21 Puskesmas di Kab Probolinggo Harus Reakreditasi Tahun Ini

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tahun ini sebanyak 21 puskesmas di Kabupaten Probolinggo akan melakukan akreditasi ulang (reakreditasi). Reakeditasi dilakukan sebagai upaya untuk perbaikan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan kepada masyarakat.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Sulung Kusmayadi mengatakan bahwa re-akreditasi ini dilakukan selama tiga tahun sekali. Beberapa puskesmas akan habis masa berlakunya pada bulan yang sama. “Tahun ini 21 puskesmas akan reakreditasi. Diantaranya satu puskesmas telah habis masa berlakunya. Namun karena proses rehab di tahun lalu, jadi kami ajukan re-akreditasinya di tahun ini,” ujarnya.

Supaya reakreditasi puskesmas  yang akan dilakukan dapat berjalan optimal, beberapa kondisi yang harus dipenuhi puskesmas. Misalnya puskesmas harus melaksanakan seluruh rekomendasi dari proses survei pada akreditasi yang telah dilakukan sebelumnya. “Rekomendasi dari surveyor pada akreditasi sebelumnya harus dilaksanakan agar akreditasi ditahun ini bisa lebih baik,” katanya.

Menurutnya, tim surveyor dari Kementerian Kesehatan akan melakukan survei terhadap kondisi puskesmas, pelayanan kesehatan, serta survei beberapa komponen yang dijadikan poin penilaian. Kepastian dokumen regulasi internal yang ada di Puskesmas dengan seluruh Puskesmas pada umumnya dan sesuai dengan aturan.

“Dokumen yang dibutuhkan oleh surveyor kami persiapkan sesuai dengan aturan yang berlaku sebagai bahan pertimbangan saat proses re-akreditasi,” jelasnya.

Untuk tahun ini ada satu puskesmas yang juga turut dilakukan proses reakreditasi. Pasalnya hanya tersisa satu puskesmas yang habis masa berlaku akreditasinya diawal tahun 2021. “Untuk Puskesmas Besuk walaupun masa berlaku akreditasi masih Februari 2021, namun kami juga usulkan tahun ini bersamaan dengan yang lain. Dari setiap reakrediasi puskesmas di Kabupaten Probolinggo, tidak pernah mengalami turun status bahkan banyak yang naik status,” paparnya. (ar/fun)