Stasiun Geofisika Prediksi Angin Kencang Bisa Berlangsung Hingga Sepekan

GELOMBANG TINGGI: Nelayan tengah turun dari perahunya di perairan laut Pantai Pasir Panjang, Desa Wates Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Rabu siang (23/1). Angin kencang masih berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANDAAN – Beberapa hari terakhir, cuaca buruk dan angin kencang terjadi di wilayah Jatim. Termasuk Pasuruan dan Probolinggo. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung sekitar sepekan kedepan.

Perkiraan itu disampaikan langsung Suwarto, kasi observasi dan informasi Stasiun Geofisika Tretes di Pandaan. “Kondisi angin kencang gelombang tinggi dan hujan lebat di wilayah Jatim termasuk Pasuruan dan Probolinggo diperkirakan akan terjadi hingga 5-7 hari kedepan,” katanya saat di hubungi Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (23/1) via telepon.

Lebih lanjut ia katakan, dari analisasi citra satelit, kecepatan angin yang cukup tinggi beberapa hari terakhir dikarenakan adanya daerah pusat tekanan rendah di laut timur. Kemudian berdasarkan analisa medan angin, terdapat pusat tekanan tinggi di Samudra Pasifik dan pusat tekanan rendah di selatan Indonesia.

Perbedaan tekanan yang cukup tinggi ini, menyebabkan aliran massa udara akan bergerak lebih kencang di Indonesia. Sehingga sangat terasa di wilayah Jatim.

“Selain angin kencang, perlu diwaspadai timbulnya gelombang tinggi dengan ketinggian yang dapat melebihi 2,5 meter,” jelasnya.

Kemudian untuk hujan lebat, bulan ini hingga bulan depan, akan melanda sebagian besar wilayah di Jatim. Khusus untuk Pasuruan dan Probolinggo, akan berada di puncak penghujan. Dimana pertumbuhan awan cumulonimbus sangat signifikan, dan akan terjadi terutama di siang, sore dan malam hari.

Sehingga, lanjut Suwarto, cuaca buruk seperti hujan lebat yang disertai angin kencang sesaat, dengan kecepatan mencapai 40 kilometer per jam masih berpotensi di wilayah Jatim imbuhnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan oleh cuaca buruk. Seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan bangunan roboh. Bagi warga pesisir serta pengguna transportasi laut, harap waspadai gelombang tinggi,” ungkapnya. (zal/fun)