alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 6 December 2020

Beber Kecurangan Bidang Kesehatan, KPK Bentuk Tim Ini di Daerah

PASURUAN, Radar Bromo – Penggunaan anggaran di bidang kesehatan benar-benar menjadi perhatian serius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terutama terkait pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK Kunto Ariawan mengungkapkan, ada sejumlah potensi kecurangan atau korupsi dalam sektor kesehatan. Seperti Penagihan berlebih, tidak hadirnya petugas kesehatan, pasien fiktif, sampai konspirasi. Di antaranya, mark-up dan fictitious procurement. Termasuk error fraud and curruption,” ujarnya dalam Workshop BPJS secara daring di Valensia Hotel dan Resto, Pasuruan, Kamis (22/10).

Modusnya, kata Kunto, mulai dari pengadaan fiktif, mark-up, persekongkolan, penyelewengan dana kapitasi kick back atau suap. Adapun sejumlah kasus yang telah ditemukan ada kick back di Banten pada 2012 serta di Depkes pada 2003 dan 2008.

Mark-up seperti kasus di Banten pada 2012 dan Depkes pada 2008 dan 2010. Over vendor pada kasus Universitas Udayana pada 2009 dan Depkes pada 2008. Serta, persekongkolan seperti kasus di Banten pada 2012 dan Depkes pada 2008,” jelasnya.

Pihaknya berharap kasus itu tidak terjadi kembali. Karenanya, ia mengaku terus melakukan pemantauan dan pencegahan. Jika ada rumah sakit yang tidak sesuai kelasnya, melalui Dinas Kesehatan daerah agar segera dilakukan penyesuaian. “Misalnya, rumah sakit tipe C, tetapi klaim BPJS-nya masuk ke rumah sakit tipe B,” ujar Kunto.

Upaya mencegah adanya kecurangan juga sudah diatur dalam Permenkes Nomor 16/2019. Di sana, juga sudah diatur sejumlah saksi bila ada rumah sakit yang curang. Mulai sanksi ringan sampai sanksi berat.

“Instansi dapat memberikan sanksi administratif berupa teguran lisan, tertulis, perintah pengembalian kerugian, tambahan denda administratif, serta pencabutan izin,” jelasnya.

Dalam perhatian KPK, kata Kunto, selama ini ada sejumlah persoalan yang sering ditemukan terhadap pelayanan. Di antaranya, tidak ada pembatasan manfaat penyakit katastropik. Tidak lengkapnya standar pelayanan, sehingga pelayanan berpotensi di bawah standart, sedangkan pemberian layanan berlebihan.

Kemudian, over-pay pada rumah sakit yang tidak sesuai kelas dan tipenya. “Terdapat 898 rumah sakit tidak sesuai kelasnya yang telah ditentukan oleh Dinas Kesehatan. Dengan potensi over-payment sekitar Rp 6 triliun setiap tahun secara signifikan, karena klaim rumah sakit berdasarkan kelas,” ujarnya.

Demi mencegah terjadinya kecurangan itu, KPK berupaya membentuk tim pencegahan hingga ke tingkat daerah, di dalamnya termasuk Inspektorat. “Tidak semua persoalan langsung ke Pusat. Karena itu, perlu adanya tim pencegahan di setiap daerah. Saat ini masih proses. Ada yang sudah ada timnya, ada yang belum terbentuk,” ujar Kunto. (rpd/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Giliran Temukan Pintu Besi Bermotif Bunga di Goa Jepang

Temuan penting kembali didapati tim ekskavasi di Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

BERITA TERBARU

Stok Garam di Kab Pasuruan Masih Tersisa 2.200 Ton

Sampai awal Desember ini, stok garam hasil produksi petambak garam di Kabupaten Pasuuran belum seluruhnya terserap pasar.

Hewan Ternak Rentan Sakit Ini saat Musim Hujan

Musim hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak beberapa waktu lalu berpengaruh terhadap kesehatan hewan ternak.

Tekan Covid-19; Disiplin 3M Sama Pentingnya dengan Vaksin

Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan masih menjadi keharusan, meskipun program vaksinasi nantinya telah dijalankan.

Terdampak Pandemi, Pilot pun Nyambi Bisnis Online Shop

pilot maskapai penerbangan nasional ini mengaku, pendapatannya berkurang 30 persen sejak pandemi.

Musim Hujan, Saatnya Mulai Waspadai Demam Berdarah Dengue

Dinkes Kabupaten Probolinggo mengimbau agar masyarakat tak abai terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).