Viral Pukul 13 Murid, Guru di Kota Pasuruan Dinonaktifkan Sementara

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tiga video berdurasi pendek tiba-tiba viral di media sosial (medsos), beberapa hari ini. Sebabnya, video itu berisi rekaman pemukulan seorang guru pada beberapa muridnya.

MB, nama guru itu, setiap hari mengajar di SMK Muhammadiyah Kota Pasuruan sebagai guru olahraga. Pemukulan itu sendiri, terjadi di SMK Muhammadiyah Kota Pasuruan.

Tiga video itu sendiri, masing-masing berdurasi 0,36 detik, 0,35 detik, dan 0,16 detik. Video yang berdurasi 0,36 detik berisi rekaman saat MB memukul 11 pelajar.

Semua pelajar ini lelaki. Para pelajar itu berbaris di luar kelas. Kemudian, MB datang dan menampar satu per satu pipi para pelajar itu.

Pada video yang berdurasi 0,35 detik, MB melakukan hal yang sama. Kali ini, dia menampar pipi satu pelajar yang lain. Kemudian, dia menampar lagi pipi beberapa pelajar yang berbaris tadi.

Dan pada video yang berdurasi 0,16 detik, lagi-lagi MB memukul seorang pelajar. Kali ini kejadiannya di dalam kelas. MB memukul kepala pelajar laki-laki dengan penggunakan buku. Total, ada 13 pelajar yang dipukul MB.

Pihak sekolah sendiri langsung merespons tiga video yang viral itu. Sekolah juga merespons tindakan guru MB yang memukul beberapa siswanya.

Selasa (22/10), sekolah secara resmi memediasi masalah itu, pukul 09.00. Sekolah mempertemukan 13 wali murid dengan MB di ruang Waka Kesiswaan, Baujir. Tiga belas siswa yang dipukul, juga hadir.

Rinciannya, satu siswa kelas 1 jurusan teknik sepeda motor (TSM), dua siswa kelas 1 jurusan akuntansi. Lalu, satu siswa kelas 2 jurusan teknik komputer jaringan (TKJ) dan sembilan siswa kelas 3 jurusan TSM.

Dalam mediasi itu, MB mengakui perbuatannya. Sementara para siswa mengaku, MB tidak sepenuhnya salah. Sebab, perbuatan MB memukul siswa juga dipicu oleh sikap siswa sendiri.

Karena itu, dalam mediasi tersebut, para pihak sepakat untuk saling memaafkan dan tidak lagi mengulang perbuatan masing-masing. Meski demikian, sekolah tetap mengambil sikap tegas pada MB. Untuk sementara waktu, sekolah menonaktifkan MB.

Waka Kesiswaan SMK Muhammadiyah Kota Pasuruan Baujir menjelaskan, pihaknya sudah memediasi wali murid dengan MB. Hasilnya, mereka sepakat menyelesaikan masalah ini secara damai dan tidak akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

“Tadi sudah ada surat perjanjian bahwa MB tidak akan mengulangi perbuatannya. Dan kami nonaktifkan MB untuk sementara waktu,”terangnya.

Pada media, MB mengakui pemukulan itu terjadi karena beberapa siswa tidak mengindahkan tegurannya. Mereka kerap melanggar walau sudah diperingatkan.

Ia lantas menjelaskan perbuatannya dalam video saat memukul seorang siswa dengan buku. Siswa itu dipukul karena berteriak dari jendela. Padahal, siswa tersebut sudah ditegur dua kali.

“Kejadiannya Rabu (16/10). Waktu itu saya sedang mengajar olahraga di lapangan. Dia berteriak-teriak dari ruang kelas dan mengganggu kelas lain,” sebut MB.

Sedangkan pemukulan pada 12 siswa yang berbaris di luar ruang kelas dilakukan karena mereka merokok. Perbuatan ini terjadi pada 8 Oktober silam, saat ujian tengah semester (UTS).

“Mereka meminta izin pergi ke warung untuk makan. Namun ternyata merokok dengan menggunakan seragam sekolah,” sebutnya. (riz/hn)