alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Siswa yang Dipukul Guru di Kota Pasuruan Akui Bersalah

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Beberapa siswa yang dipukul guru MB mengaku, pemukulan terjadi bukan sepenuhnya kesalahan MB.

SU, salah satu siswa yang dipukul MB mengatakan, pemukulan itu terjadi akibat perbuatan siswa sendiri. Beberapa siswa memanggil langsung nama MB, tidak memanggil dengan sebutan bapak. “Memang yang salah siswa sendiri. Banyak yang sering menjahili Pak MB saat di sekolah,” ungkapnya.

A, siswa kelas III Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) yang juga dipukul MB. Menurutnya, pemukulan itu terjadi karena para siswa merokok di sekolah. MB lantas memperingati untuk tidak merokok dan jahil. Namun, para siswa itu membandel.

“Siswa sendiri memang kerap bandel dan kami memang yang salah. Tidak sepenuhnya salah dari Pak MB,” jelas A.

Di sisi lain, fasilitator pendamping hukum pada Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pasuruan Fandi Winurdani mengaku, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi ini.

Sebab, sebagai pendidik, guru itu digugu dan ditiru. Oleh karena itu, guru harus bisa mendidik dan membimbing dengan baik anak didiknya.

“Peristiwa ini harus ditindak dengan tegas karena ada dugaan terjadi tindak pidana penganiayaan terhadap anak–anak. Ini sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak,” jelasnya. (riz/hn)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Beberapa siswa yang dipukul guru MB mengaku, pemukulan terjadi bukan sepenuhnya kesalahan MB.

SU, salah satu siswa yang dipukul MB mengatakan, pemukulan itu terjadi akibat perbuatan siswa sendiri. Beberapa siswa memanggil langsung nama MB, tidak memanggil dengan sebutan bapak. “Memang yang salah siswa sendiri. Banyak yang sering menjahili Pak MB saat di sekolah,” ungkapnya.

A, siswa kelas III Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) yang juga dipukul MB. Menurutnya, pemukulan itu terjadi karena para siswa merokok di sekolah. MB lantas memperingati untuk tidak merokok dan jahil. Namun, para siswa itu membandel.

“Siswa sendiri memang kerap bandel dan kami memang yang salah. Tidak sepenuhnya salah dari Pak MB,” jelas A.

Di sisi lain, fasilitator pendamping hukum pada Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pasuruan Fandi Winurdani mengaku, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi ini.

Sebab, sebagai pendidik, guru itu digugu dan ditiru. Oleh karena itu, guru harus bisa mendidik dan membimbing dengan baik anak didiknya.

“Peristiwa ini harus ditindak dengan tegas karena ada dugaan terjadi tindak pidana penganiayaan terhadap anak–anak. Ini sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak,” jelasnya. (riz/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/