Embung Welulang Masih Tahap Pengerjaan, Pembangunannya Terkendala Ini

BANGIL – Pembangunan embung welulang di Kecamatan Lumbang berpacu dengan waktu. Pasalnya hingga saat ini, pembangunan embung tersebut belum rampung sepenuhnya. Pembangunannya memang memakan waktu lantaran akses menuju lokasi membuat pengiriman material sedikit terhambat.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya Sasangka mengungkapkan, proses pembangunan embung Welulang terus berjalan. Saat ini, pembangunan tahap pertama itu, memang belum rampung sepenuhnya. Karena prosesnya, baru 60 persen terselesaikan.

“Masih dalam proses. Sekarang, sudah 60 persen pelaksanaannya,” kata Hanung saat ditemui di alun-alun Bangil, Senin (22/10).

Menurut Hanung, pembangunan embung Welulang direalisasikan dua tahap. Saat ini, merupakan tahapan pertama, berupa pengerukan dan pengecoran. Selanjutnya, untuk tahap ke dua, merupakan finishing berupa peninggian embung serta penyaringan air embung.

Proses pengerjaan tersebut sejatinya tidak ada kendala berarti. Hanya saja, membutuhkan waktu, untuk pengiriman material. Mengingat, jalurnya cenderung menanjak. “Tidak ada kendala berarti. Semuanya berjalan dengan baik. Kalaupun ada, kemungkinan karena medan,” tegasnya.

Dikatakan Hanung, tahapan pengerjaan saat ini, sudah masuk pengecoran. Untuk pengerukan lahan embung, sudah diselesaikan.

“Sekaran sudah proses pengecoran. Kami yakin, akhir tahun pihak pelaksana sudah bisa menyelesaikan pekerjaannya,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, embung Welulang dibangun di atas lahan sekitar 4 hektare. Proyek tersebut direalisasikan oleh BBWS Brantas. Pemkab sendiri, bertugas untuk penyediaan lahan.

Pembangunan embung Welulang ditujukan untuk konservasi dan penyediaan air baku serta irigasi. Dengan pembangunan embung tersebut, persoalan kekurangan air di wilayah Lumbang, diharapkan bisa teratasi. (one/fun)