alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Friday, 20 May 2022

Perenang Probolinggo Raih Juara 2 Tri Factor Asian Championship

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Ronald Bintang Setiawan, atlet renang Kota Probolinggo, berhasil menuai prestasi internasional. Atlet usia 16 tahun tersebut berhasil meraih juara II pada Tri Factor Asian Championship Seri Quzhuo, China 2019, Minggu (22/9).

Remaja yang akrab disapa Ronald tersebut berhasil meraih juara II setelah mengalahkan lebih dari 300 peserta dari segala umur. Di Tri Factor Asian Championship, dia meraih juara satu pada kategori Over All dari berbagai negara.

Adapun kelas yang diikuti anak dari pasangan Agung Setiawan dan Mardiana Wiji Astutik yakni Sprints Distance. Saat itu Ronald harus menempuh 750 meter medan, dengan cara berenang. Selanjutnya bersepeda sejauh 20 KM dan terakhir berlari sejauh 5 Km.

Dalam pertarunganya, kali ini Ronald bisa menyelesaikan tripnya dengan bagus. Sayangnya Ronald harus mengakui keunggulan lawannya dari Taiwan. “Juara satu dari Taiwan, dua Indonesia dan tiga dari Australia,” terang Connie, selaku pelatih Ronald di Bromo Tirta.

Meski di Kota Probolinggo sendiri belum ada klub triathlon, keluarganya sangat mendukung. Sehingga ia bisa tetap berlatih secara mandiri di kota Probolinggo. Harapannya, apa yang telah diraihnya bisa tetap dipertahankan. “Paling tidak prestasi yang diraihnya bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Serta muncul bibit baru yang lahir dari Kota Probolinggo,” pungkasnya. (rpd/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Ronald Bintang Setiawan, atlet renang Kota Probolinggo, berhasil menuai prestasi internasional. Atlet usia 16 tahun tersebut berhasil meraih juara II pada Tri Factor Asian Championship Seri Quzhuo, China 2019, Minggu (22/9).

Remaja yang akrab disapa Ronald tersebut berhasil meraih juara II setelah mengalahkan lebih dari 300 peserta dari segala umur. Di Tri Factor Asian Championship, dia meraih juara satu pada kategori Over All dari berbagai negara.

Adapun kelas yang diikuti anak dari pasangan Agung Setiawan dan Mardiana Wiji Astutik yakni Sprints Distance. Saat itu Ronald harus menempuh 750 meter medan, dengan cara berenang. Selanjutnya bersepeda sejauh 20 KM dan terakhir berlari sejauh 5 Km.

Dalam pertarunganya, kali ini Ronald bisa menyelesaikan tripnya dengan bagus. Sayangnya Ronald harus mengakui keunggulan lawannya dari Taiwan. “Juara satu dari Taiwan, dua Indonesia dan tiga dari Australia,” terang Connie, selaku pelatih Ronald di Bromo Tirta.

Meski di Kota Probolinggo sendiri belum ada klub triathlon, keluarganya sangat mendukung. Sehingga ia bisa tetap berlatih secara mandiri di kota Probolinggo. Harapannya, apa yang telah diraihnya bisa tetap dipertahankan. “Paling tidak prestasi yang diraihnya bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Serta muncul bibit baru yang lahir dari Kota Probolinggo,” pungkasnya. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/