alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Golkar Kota Pasuruan Tepis Krisis Figur, Bakal Gelar Penjaringan untuk Pilwali

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Meski langkah yang ditempuh belum jauh, DPD Partai Golkar Kota Pasuruan makin mantap menatap Pilwali 2020. Modal tujuh kursi di parlemen, membuat Golkar punya konfidensi tinggi dalam kontestasi politik di Kota Pasuruan.

Anggapan jika saat ini Partai Golkar mengalami krisis figur pun ditepis. Mengingat Setiyono yang merupakan pentolan partai sedang terjerat kasus dugaan korupsi.

Hal itu disampaikan Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan M Syaifullah. Ia berpendapat, kasus yang tengah membelit Setiyono merupakan hal yang berbeda dengan konstelasi politik.

Kondisi itu juga tak mempengaruhi roda organisasi. Syaifullah bahkan menegaskan, partainya saat ini kian solid menyiapkan Pilwali 2020.

“Tetapi, kami masih menunggu petunjuk dari DPP terkait teknis dan pelaksanaan mekanisme yang harus dijalankan. Yang jelas sebelum tahapan di KPU nanti, prosesnya sudah berjalan di Partai Golkar,” katanya saat ditemui di gedung DPRD Kota Pasuruan, Jumat (20/9).

Syaifullah juga menegaskan, Partai Golkar tidak pernah mengalami krisis figur. Ia menyebut, banyak kader partai yang pantas diusung sebagai bakal calon wali kota. Baik dari Kota Pasuruan maupun dari DPD Provinsi Jawa Timur.

“Biasanya ada dua mekanisme. Baik melalui penjaringan figur yang dipandang punya kapasitas dan kapabilitas ataupun melalui pendaftaran terbuka,” ujarnya.

Namun, dirinya belum bisa membeberkan siapa kader yang bakal diusung untuk maju dalam panggung politik. Hanya saja, kata Syaifullah, Partai Golkar memang memprioritaskan kader internal partai untuk diusung. Dengan catatan, memiliki survei elektabilitas yang tinggi di tengah masyarakat.

“Tapi, dari kalangan nonpartai pun punya peluang yang sama. Makanya, kami tunggu petunjuk DPP dulu. Nanti siapa yang layak diusung itu bakal diketahui setelah mekanisme berjalan,” tegasnya. (tom/hn/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Meski langkah yang ditempuh belum jauh, DPD Partai Golkar Kota Pasuruan makin mantap menatap Pilwali 2020. Modal tujuh kursi di parlemen, membuat Golkar punya konfidensi tinggi dalam kontestasi politik di Kota Pasuruan.

Anggapan jika saat ini Partai Golkar mengalami krisis figur pun ditepis. Mengingat Setiyono yang merupakan pentolan partai sedang terjerat kasus dugaan korupsi.

Hal itu disampaikan Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan M Syaifullah. Ia berpendapat, kasus yang tengah membelit Setiyono merupakan hal yang berbeda dengan konstelasi politik.

Kondisi itu juga tak mempengaruhi roda organisasi. Syaifullah bahkan menegaskan, partainya saat ini kian solid menyiapkan Pilwali 2020.

“Tetapi, kami masih menunggu petunjuk dari DPP terkait teknis dan pelaksanaan mekanisme yang harus dijalankan. Yang jelas sebelum tahapan di KPU nanti, prosesnya sudah berjalan di Partai Golkar,” katanya saat ditemui di gedung DPRD Kota Pasuruan, Jumat (20/9).

Syaifullah juga menegaskan, Partai Golkar tidak pernah mengalami krisis figur. Ia menyebut, banyak kader partai yang pantas diusung sebagai bakal calon wali kota. Baik dari Kota Pasuruan maupun dari DPD Provinsi Jawa Timur.

“Biasanya ada dua mekanisme. Baik melalui penjaringan figur yang dipandang punya kapasitas dan kapabilitas ataupun melalui pendaftaran terbuka,” ujarnya.

Namun, dirinya belum bisa membeberkan siapa kader yang bakal diusung untuk maju dalam panggung politik. Hanya saja, kata Syaifullah, Partai Golkar memang memprioritaskan kader internal partai untuk diusung. Dengan catatan, memiliki survei elektabilitas yang tinggi di tengah masyarakat.

“Tapi, dari kalangan nonpartai pun punya peluang yang sama. Makanya, kami tunggu petunjuk DPP dulu. Nanti siapa yang layak diusung itu bakal diketahui setelah mekanisme berjalan,” tegasnya. (tom/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/