Polisi Tunggu Korban Sembuh untuk Dalami Aksi Carok di Wangkal

MASIH SAUDARA: Sudiono dan Abdul Karim saat mendapat perawatan medis usai terlibat carok, Selasa (21/7) sore. Keduanya dirawat di tempat terpisah lantaran mengalami luka bacok. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Related Post

KEJAYAN, Radar Bromo – Polsek Kejayan masih terus mendalami aksi carok yang terjadi di Desa Wangkal, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (21/7). Sejauh ini pihak kepolisian masih menunggu dua orang yang terlibat dalam peristiwa ini sembuh untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Kejayan AKP Sugeng Prayitno mengungkapkan, kedua orang yang terlibat masih berstatus saksi. Namun, tidak menutup kemungkinan ada yang dinaikkan statusnya menjadi pelaku. Ini, tergantung pada kondisi di lapangan.

“Saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai pelaku. Sebab, kedua pihak yang terlibat masih menjalani perawatan medis. Dan kami masih belum mendapatkan keterangan dari keduanya,” ungkapnya.

Sugeng menjelaskan, sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi di lapangan, peristiwa ini disebabkan oleh masalah warisan. Kedua pihak yang terlibat juga masih memiliki hubungan sepupu. Saat bertemu di areal persawahan, tiba-tiba mereka cekcok dan terlibat adu bacok.

“Motif sementara masih karena warisan. Cuma kami masih menunggu keterangan dari keduanya untuk memastikan hal yang sebenarnya,” terang Sugeng.

Untuk diketahui, aksi carok sempat terjadi di sebuah areal persawahan di Desa Wangkal, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (21/7). Itu, setelah Sudiono, 61, warga Desa Wangkal dan Abdul Karim, 71, warga Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, yang masih satu saudara ini terlibat cekcok hingga sama-sama terluka akibat sabetan celurit milik keduanya. Diduga, motif carok ini disebabkan karena masalah harta warisan. (riz/fun)