Kasus Penusukan Pelajar yang Konvoi Kelulusan Berujung Damai, Satu Pelakunya Tewas Kecelakaan

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Insiden penusukan pelajar yang terjadi pada Sabtu (2/5), berhasil diungkap kepolisian. Polsek Kademangan berhasil menangkap dua pelakunya yang sempat melukai dua pelajar saat konvoi kelulusan. Kasus ini tak sampai ke meja hijau karena polisi mendamaikan pihak yang berkonflik.

Penyelesaian dengan cara kekeluargaan itu ditempuh setelah pelaku dipertemukan dengan korban. Kerabat korban dan pelaku sepakat untuk menempuh jalur damai. Sehingga, dua remaja pelaku penusukan tersebut kini dibebaskan.

Kapolsek Kademangan AKP Sumardjo pada saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo Rabu (21/5) siang mengatakan, pihak keluarga dan juga korban sudah memaafkan dengan berbagai pertimbangan dan syarat dari pihak keluarga korban. Kemudian pihak keluarga pelaku yang juga masih pelajar tersebut menerimanya. “Sehingga, kasus tersebut berujung damai,” kata AKP Sumardjo.

Menurut Sumardjo, pelaku penusukan ada tiga orang. Ketiganya sesama remaja dan berasal dari Kabupaten Probolinggo. Dua di antaranya berhasil ditangkap petugas, dua hari usai kejadian yakni Senin (4/5). Sementara satu lagi alami kecelakaan beruntun dan meninggal dunia.

“Keduanya masih remaja dan yang satu lagi yang di bawah umur itu meninggal akibat kecelakaan.” katanya.

Diberitakan sebelumnya, konvoi kelulusan SMK-SMA sederajat Sabtu (2/5) sore makan korban. Ada dua pelajar yang mengalami luka-luka usai ditusuk. Keduanya adalah Ahmad Nurhamzah, 19, siswa SMK Wonomerto asal Muneng Leres, Sumberasih dan juga Hoirul Umam, 19, siswa SMK A Yani asal Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Keduanya harus dirawat di IGD RSUD Mohamad Saleh.

Aksi penusukan itu terjadi di waktu yang hampir bersamaan yakni sekitar pukul 14.00 di lokasi yang tak jauh. Lokasi kejadian ada dua . Pertama di Jl Raya masuk Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih. Sementara lokasi kedua terjadi di Jl Semeru, Kelurahan Kademangan, Kota Probolinggo. (rpd/fun)