Buron Curanmor asal Grati Ini Didor, Pernah Beraksi di 6 TKP

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Usai sudah petualangan AT, 18, warga Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan dalam dunia pencurian. Itu, setelah pria yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ini dibekuk oleh tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota, Kamis (21/5). Bahkan anggota reskrim terpaksa menembak kaki kiri AT karena sempat melakukan perlawanan pada petugas saat hendak ditangkap.

AT ditangkap sekitar pukul 20.00 di sebuah indekos yang terletak di Jalan Pattimura, Kelurahan/Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Ia dibekuk kepolisian karena melakukan aksi pencurian bermotor (curanmor) pada 4 April lalu di depan Kopontren Basmallah di Jalan Raya Winongan, Desa Tenggilisrejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Dalam peristiwa ini, tim Resmob Suropati berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Di antaranya satu lembar surat keterangan dari PT Bank Mandiri Persero No: BSJ.R08/BNG/154/2020, tanggal 6 April 2020, satu buah fotokopi BPKB, satu buah jaket jumper merek Cressida warna putih kombinasi cokelat milik rekan pelaku tersangka RZ, satu buah celana panjang warna hitam merek Ripcurl milik tersangka RZ, satu buah rekaman CCTV, serta satu buah jumper merek Phoenix warna krem kombinasi putih milik tersangka AT.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Rahmad Ridho mengungkapkan, penangkapan tersangka AT atas aksi curanmor yang dilakukannya bersama RZ pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 16.30. Sore itu di depan Kepontren Basmallah jalan raya Winongan, tepatnya di Desa Tenggilisrejo, dia mencuri satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah-putih bernopol N 3833 TBO milik Lailatul Mutoharoh, 18, warga Desa Pejangkungan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Modusnya dengan cara merusak kunci kontak sepeda motor milik korban yang diparkir dalam keadaan terkunci setir dengan menggunakan kunci T. Usai berhasil merusak kunci kontak sepeda motor, tersangka AT dan tersangka RZ yang telah ditangkap lebih dahulu dan sudah menjalani hukuman itu, langsung membawa pergi sepeda motor tersebut.

Akibat dari kejadian tersebut, korban ditafsir mengalami kerugian sebesar Rp 14.000.000. Dari keterangan AT, diketahui jika ia telah beraksi serupa di enam TKP. Atas perbuatannya, ia disangkakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Ancaman Maksimal Tujuh Tahun Penjara.

“Rinciannya, dua aksi di antaranya dilakukan Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, sementara empat TKP di Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Keenam aksi ini dilakukan bersama tersangka RZ yang sudah ditangkap lebih dahulu. Alasannya karena motif ekonomi. Tersangka ini pengangguran,” sebut Ridho. (riz/fun)