Tol Gempol-Pasuruan Sudah Beroperasi, 21 Bidang Belum Bebas

PASURUAN – Proses pembebasan bidang terdampak tol Gempol Pasuruan (Gempas) terus dilakukan. Sejauh ini, belasan bidang masih belum berhasil dibebaskan. Mayoritas bidang yang belum bebas ini merupakan tanah kas desa (TKD).

Staf Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) RI Felix Napitupulu mengungkapkan, tol Gempas dibagi dalam tiga seksi dan melintasi 12 kecamatan. Secara keseluruhan, total bidang terdampak sebanyak 5.346 bidang dan 5.314 bidang di antaranya sudah dibebaskan.

Ia menyebut, ratusan bidang ini tersebar mulai dari seksi I sampai seksi III. Paling banyak, lahan yang belum bebas ini terletak di seksi III yang melewati Kecamatan Grati. Dari total bidang sebanyak 681 bidang di kecamatan ini, 13 bidang di antaranya masih belum bebas.

“Bidang gempas yang belum bebas tersisa 21 bidang. Sekitar 17 bidang merupakan TKD. Sementara, empat bidang lainnya merupakan tanah milik warga,” ungkap Felix.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PU-Pera RI Yulianto Puguh Setyawan menjelaskan, pihaknya masih menunggu rekomendasi terkait ganti rugi TKD. Permintaan rekomendasi sudah dilakukan April lalu, namun sejauh ini rekomendasinya belum turun.

Rekomendasi ini sangat dibutuhkan untuk pembayaran ganti rugi. Bupati Pasuruan Muhammad Irsyad Yusuf meminta agar bidang TKD bisa diganti secara tunai. Pasalnya, mayoritas TKD yang terimbas hanya sebagian. Nilai ganti rugi yang bakal dibayarkan tidak bisa digunakan untuk mendapatkan lahan pengganti.

“Rekomendasi ini sangat penting karena biasanya kalau aset pemerintahan harus diganti dengan lahan serupa. Nah, ini ganti ruginya dalam bentuk tunai,” terang Puguh.

Puguh menyebut, empat bidang milik warga yang belum bebas ini disebabkan belum ada kesepakatan nilai ganti rugi antara pihaknya dengan pemilik lahan. Pihaknya pun sudah melakukan konsinyasi di PN Bangil dan warga dipersilakan untuk mengajukan gugatan.

“Silakan bagi warga untuk menggugat asalkan sesuai dengan prosedur. Kami sudah mengonsinyasikan nilai ganti ruginya di PN Bangil,” sebutnya. (riz/rf)