Bawa Bondet, Remaja Asal Plososari Grati Ditangkap

GRATI – Polisi terus mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindak kriminalitas yang disertai dengan ancaman melukai korbannya. Sebab, tidak jarang pelaku kejahatan jalanan seperti begal, tega melukai korbannya dengan senjata tajam maupun bondet atau bom ikan.

Untuk menekan aksi pelaku, polisi pun menggelar razia hingga pelosok desa. AR, remaja asal Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, terjaring dalam razia yang digelar Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota, Kamis (16/5). Remaja berusia 17 tahun itu pun diamankan lantaran membawa bondet atau bom ikan.

Ia ditangkap saat berada di Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati. Polisi menaruh curiga karena gelagat AR yang kelimpungan di desa tersebut.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso menyebut, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar terkait adanya orang asing yang berseliweran.

“Kemudian kami terjunkan tim untuk melakukan lidik dan sweeping di sana,” katanya. Sejumlah warga yang berlalu lalang di desa tersebut kemudian diperiksa. Nah, AR juga tidak luput dari pemeriksaan polisi. Saat digeledah tas selempang yang dibawa, polisi menemukan lima buah bondet atau bom ikan.

“Ia kedapatan membawa handak (bahan peledak) jenis bondet, karena itu kami amankan karena dikhawatirkan akan disalahgunakan dan membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Polisi menerapkan pasal 1 UU Darurat Nomor 12/1951 untuk menjerat pelaku. Ancaman hukuman yang akan diterimanya selama 10 tahun pidana penjara.

Sejauh ini, Slamet mengaku masih mendalami tujuan tersangka membawa bondet. Ia juga belum membeberkan apakah pelaku termasuk komplotan pelaku begal yang dikenal sadis terhadap para korbannya.

“Tentunya, perbuatan pelaku membawa bondet sebanyak itu sudah cukup menguatkan dugaan ke sana. Namun, ini masih dilakukan pendalaman,” ujarnya. (tom/rf)