Terimbas Pandemi Korona, Stok Darah di PMI Kab Pasuruan Menipis

BANGIL, Radar Bromo – Pandemi korona membuat persediaan darah di Kabupaten Pasuruan menipis. Sebab, beberapa agenda donor darah masal yang disiapkan, gagal terlaksana.

Akibatnya, stok darah di Unit Donor Darah PMI Kabupaten Pasuruan kian menipis. Hingga kemarin, hanya tercatat 89 kantong darah. Persediaan itu, diperkirakan cukup untuk dua hari.

Humas Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Pasuruan Soni Sumarsono mengungkapkan, stok darah diinstansinya memang menepis. Hanya tersedia 89 kantong. Rinciannya, golongan darah A sejumlah 48 kantong. Sementara B, sebanyak 13 kantong. Sedangkan untuk golongan darah O dan AB, masing-masing 14 kantong. “Persediaan kami hanya 89 kantong. Mudah-mudahan cukup untuk dua hari,” ungkapnya.

Soni menguraikan, kondisi tersebut memang menipis. Sebab, kebutuhan rata-rata kantong darah setiap harinya antara 30 sampai 40 kantong. Untuk itulah, penambahan stok darah perlu dilakukan agar menjaga ketersediaan stok.

Ia menambahkan, menipisnya kantong darah di PMI dipengaruhi beberapa faktor. Selain kegiatan belajar yang dialihkan di rumah, juga dipengaruhi banyaknya perusahaan yang mundur untuk melakukan giat donor darah.

“Ada beberapa perusahaan yang tetap dengan jadwal. Ada pula yang akhirnya mundur. Itu, yang menyebabkan stok darah kian tak banyak seperti sebelum-sebelumnya,” urainya.

Ia menegaskan, layanan donor darah masih buka. “Kami masih buka layanan. Mandiri pun masih ada yang datang ke tempat kami,” jelasnya.

Meski stok menipis, Soni meminta warga tak panik. Sebab, PMI sudah menyiapkan sejumlah langkah. Diprediksi stok darah masih mencukupi sampai akhir Maret.

“Untuk instansi yang menunda, ada donor daerah yang memilih mendonor di PMI. Sudah ada yang konfirmasi akan mendonor darah langsung di kantor PMI di Bangil,” terangnya.

Selain itu kegiatan donor darah minggu depan juga ada untuk Selasa, Kamis, dan Sabtu. Diprediksi peserta donor darah bisa mencapai 300-an.

Sedangkan terkait Covid-19. PMI juga melakukan SOP saat kegiatan donor daerah. Untuk petugas lengkap memakai Alat Pelindung Diri (APD). Dan pendonor juga diberikan SOP protokol kesehatan. “Selain itu, juga kami atur agar tidak terjadi kerumuman termasuk jarak antara bed saat donor juga tidak terlalu dekat,” jelasnya. (one/eka/mie)