Polsek Juga Terus Monitoring Kebutuhan Pokok untuk Antisipasi Panic Buying

GRATI, Radar Bromo – Adanya penyebaran Covid-19 di Indonesia, mendapatkan atensi dari seluruh jajaran. Bahkan Polsek dikerahkan untuk monitoring terkait harga kebutuhan pokok dan harga alat kesehatan. Kondisi ini untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan alat kesehatan di masyarakat.

Monitoring ini seperti yang dilakukan Polsek Grati. Sabtu (22/3) malam lalu, sekitar pukul 17.15 personel polsek, menyisiri sejumlah apotek dan sejumlah toko sembako di wilayah hukum Polsek Grati. Dari hasil monitoring ini dipastikan harga jual masih dalam batas wajar. Selain itu tidak ada pembelian secara besar besaran karena kepanikan oleh masyarakat (panic buying).

Dari monitoring yang dilakukan di apotik Jaya Farma di Jalan Raya Ranuklindungan, diketahui sarung tangan untuk 1 pcs dijual dengan harga Rp 1.000, thermometer flexibel digital dijual Rp 25.000, masker dalam kondisi kosong. Begitu pula hand sanitizer juga masih kosong.

Sementara untuk monitoring kebutuhan pokok dilakukan di toko Basmalah dan waralaba pasar Grati. Dan diketahui harga beras per kilogramnya Rp 11 ribu dan harga gula pasir Rp 17 ribu. Selanjutnya harga daging sapi Rp 110 ribu, daging ayam Rp 36 ribu dan harga telur Rp 26 ribu.

Kapolsek Grati, AKP Suyitno mengungkapkan monitoring harga alat kesehatan dan kebutuhan pokok tersebut masih terjangkau oleh masyarakat. Selain itu tidak ada aksi borong untuk persediaan Masker dan hand sanitizer (kosong), namun alat kesehatan lainnya masih mencukupi.

“Begitu pula untuk kebutuhan pokok juga aman. Ini sebagai bentuk perhatian polsek pada masyarakat untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terjamin,” pungkas Suyitno. (riz/fun)