Kasus Gangguan Jiwa di Kota Pasuruan Meningkat, Paling Banyak di Tingkatan Ini

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Pasuruan meningkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada 9.981 warga Kota Pasuruan yang mengalami gangguan kejiwaan pada 2019. Mayoritas tercatat sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ringan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena mengungkapkan ada peningkatan jumlah warga Kota Pasuruan yang menderita gangguan kejiwaan. Pada 2018, Dinkes mencatat hanya ada 440 orang yang mengalami gangguan jiwa. Namun tahun 2019 tercatat ada 9.981 orang.

“Memang ada peningkatan. Namun kebanyakan itu ODGJ ringan. Mayoritas ODGJ berhasil kami sembuhkan karena penyakitnya masih tahap awal,” ungkapnya.

Shierly menjelaskan, gangguan kejiwaan itu ada dua secara garis besar. Pertama, psikotik yaitu gangguan jiwa berat dengan hilangnya kontak dengan penderita. Kondisi ini ditandai dengan sering berhalusinasi, kebingungan dan terganggunya memori pikiran.

Serta, neurotik yaitu kelainan mental dalam tahap ringan. Penderita masih mengenal realita di sekelilingnya. Kondisi ini basanya ditandai dengan kecemasan, depresi, sulit tidur atau insomnia dan sering mengeluh karena merasa sakit dalam fisik.

“Di Kota Pasuruan 80 persen penderitanya itu mengalami neurotik atau gangguan jiwa ringan. Dan hanya 20 persen saja yang mengalami psikotik,” jelasnya.

Menurutnya, gangguan jiwa di kota Pasuruan didominasi karena faktor kesulitan memenuhi tuntutan hidup atau mengalami kegagalan untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Penderita ini biasanya memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.

“Namun, asalkan dilakukan pengobatan sejak dini dan teratur, penderita bisa sembuh. Namun, dengan catatan, ada kemauan darinya dan dukungan keluarganya,” jelas Shierly. (riz/fun)