Kunjungan Bromo Diprediksi Rendah, Tapi BBTNBTS Sebut Bukan Karena Car Free Month

SUKAPURA, Radar Bromo – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) membuat kebijakan car free month (CFM) di Bromo. Mulai Jumat (24/1) kendaraan bermotor dilarang masuk kaldera Gunung Bromo.

Kondisi itu, tidak menutup kemungkinan membuat jumlah kunjungan wisatawan menurun. Meskipun, ada spot-spot lain yang bisa dikunjungi menggunakan kendaraan bermotor.

Sarmin, kepala seksi wilayah I TNBTS mengatakan, kebijakan CFM merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) bersama semua pihak. Selain menghormati warga Tengger yang tengah ibadah saat Wulan Kapitu, juga menjaga serta melestarikan ekosistem di kaldera Gunung Bromo.

”Mulai Jumat (24/1) pukul 00.00, kendaraan bermotor dilarang turun ke lautan pasir Bromo,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Apakah akan berpengaruh pada kunjungan wisatawan ke Bromo? Sarmin mengatakan, ada 6 spot lain yang bisa dikunjungi menggunakan kendaraan bermotor. Namun, pemberlakuan CFM di Bromo tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan. Kondisi itu bisa dilihat saat sepekan diberlakukan CFM.

”Meski tidak diterapkan CFM selama sebulan, bulan Januari sampai Maret memang masuk low season wisatawan. Jadi, kunjungan wisatawan Bromo diprediksi memang tidak tinggi,” terangnya.

Seperti halnya kondisi kunjungan wisatawan beberapa waktu lalu. Sarmin mengungkapkan, jumlahnya tidak banyak. Tercatat wisawatan yang masuk lewat pintu Cemoro Lawang Probolinggo ada 370 wisatawan nusantara (wisnu) dan 18 wisatawan mancanegara (wisman). Karena bulan ini memang masuk low season kunjungan.

”Kalau saat high season, kunjungan wisatawan Bromo bisa capai 2.000 orang,” ungkapnya. (mas/fun)