Sepanjang 2018, PA Kraksaan Terima 78 Pengajuan Dispensasi Kawin, Tapi Disetujui Segini

KRAKSAAN – Pengadilan Agama (PA) Kraksaan mencatat, di tahun 2018 menerima pengajuan dispensasi kawin sekitar 78 berkas. Dari angka tersebut, yang disetujui hanya sekitar 67 berkas.

Hal itu diungkapkan Masyhudi, pelaksana tugas (Plt) Panitera Pengadilan Agama (PA) Kraksaan. Tahun lalu pengajuan untuk dispensasi kawin hanya berjumlah puluhan saja. Itu pun tidak semuanya disetujui hingga akhirnya sudah diputuskan di pengadilan.

“Yang masuk persidangan itu sudah sekitar 67 perkara dari jumlah sebelumnya yaitu 78 perkara. Dan, jumlah 67 sudah disetujui,” katanya saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, untuk yang tidak disetujui, ada pertimbangan alasan. Umumnya lantaran persyaratan yang tidak memenuhi. Misalnya, izin orang tua, surat penolakan KUA dan juga hal lain yang menjadi penting untuk sebagai persyaratan. “Ada yang masih belum beres sehingga tidak bisa disetujui,” terangnya.

Ia menerangkan, dispensasi kawin tersebut dilakukan ketika anak di bawah umur hendak menikah, namun terhalang UU Perkawinan. Sehingga, oleh KUA setempat ditolak untuk menikah secara sah. Karenanya, kemudian mereka melakukan pengajuan dispensasi kawin terhadap PA, sehingga kemudian diberikan persetujuan jika syarat yang diminta sesuai.

Selain itu, hal yang kerap ditemui lantaran mereka telah melakukan hubungan badan. Sehingga, meskipun masih belum cukup umur mereka sudah harus melakukan pernikahan.

“Biasanya yang paling besar bisa diterima itu karena sudah hamil duluan. Pertimbangannya itu karena sang anak nanti. Karenanya, PA membuka peluang besar yang hamil untuk disetujui dispensasi kawinnya,” ujarnya.

Masyhudi menambahkan, meskipun angka dispensasi kawin tergolong kecil yang terdaftar di PA, tidak menutup kemungkinan banyak masyarakat yang melakukan pernikahan dini. Namun, bisa pula mereka menikah tanpa mencatatkan ke negara alias nikah siri. Umumnya ini dilakukan lantaran mereka enggan mengurus hal itu. (sid/fun)