alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ngopi di Warung, Pengedar Pil asal Tutur Ini Dibekuk Polisi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

TUTUR – Samsul Hariono, 21, kini harus berurusan dengan polisi. Pemuda asal Dusun Cemoro, Desa Blarang, Kecamatan Tutur tersebut dibekuk lantaran diduga menjadi pengedar obat sediaan khusus farmasi tanpa izin resmi.

Saat diamankan, polisi juga menyita 40 butir tablet pil Y, satu bungkus rokok, dan satu buah HP. Selain itu, juga ada uang tunai Rp 40 ribu dan lima lembar kecil aluminium foil ikut diamankan.

Samsul Hariono berhasil diamankan buser polsek setempat pada Senin lalu (21/1) sekitar pukul 21.00. Dia diamankan di saat tengah cangkrukan di sebuah warung kopi (warkop) di depan bank yang ada di Nongkojajar, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur.

“Pelakunya kami amankan beserta barang buktinya. Dia diduga menjual atau mengedarkan sediaan farmasi berupa pil Y, tidak memenuhi standar dan tanpa izin edar,” terang Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Sukiyanto.

Kapolsek menambahkan, pelaku menjadi pengedar pil Y sudah berjalan sebulan terakhir. Barang haram tersebut didapat dari seorang pengedar berinisial D asal Tutur dan kini masih buron. Kemudian, pil Y oleh pelaku selama ini dijual ke pembeli berada di sekitaran Kecamatan Tutur. Dia menjualnya dengan kemasan paket. “Satu paket diisi lima butir seharga Rp 20 ribu,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, pelakunya dalam proses penyidikan di Mapolsek Nongkojajar. Di jerat pasal 197 subs 196 UU RI 39/2009 tentang Kesehatan, hukumannya maksimal sekitar lima tahun penjara. “Keuntungan dari penjualan pil Y cukup besar, lebih dari separonya hingga lipat dua. Sehingga, pelaku tergiur dan nekat menjadi pengedarnya,” ucap Mantan Kanit Lantas Polsek Pandaan. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

TUTUR – Samsul Hariono, 21, kini harus berurusan dengan polisi. Pemuda asal Dusun Cemoro, Desa Blarang, Kecamatan Tutur tersebut dibekuk lantaran diduga menjadi pengedar obat sediaan khusus farmasi tanpa izin resmi.

Saat diamankan, polisi juga menyita 40 butir tablet pil Y, satu bungkus rokok, dan satu buah HP. Selain itu, juga ada uang tunai Rp 40 ribu dan lima lembar kecil aluminium foil ikut diamankan.

Samsul Hariono berhasil diamankan buser polsek setempat pada Senin lalu (21/1) sekitar pukul 21.00. Dia diamankan di saat tengah cangkrukan di sebuah warung kopi (warkop) di depan bank yang ada di Nongkojajar, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur.

Mobile_AP_Half Page

“Pelakunya kami amankan beserta barang buktinya. Dia diduga menjual atau mengedarkan sediaan farmasi berupa pil Y, tidak memenuhi standar dan tanpa izin edar,” terang Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Sukiyanto.

Kapolsek menambahkan, pelaku menjadi pengedar pil Y sudah berjalan sebulan terakhir. Barang haram tersebut didapat dari seorang pengedar berinisial D asal Tutur dan kini masih buron. Kemudian, pil Y oleh pelaku selama ini dijual ke pembeli berada di sekitaran Kecamatan Tutur. Dia menjualnya dengan kemasan paket. “Satu paket diisi lima butir seharga Rp 20 ribu,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, pelakunya dalam proses penyidikan di Mapolsek Nongkojajar. Di jerat pasal 197 subs 196 UU RI 39/2009 tentang Kesehatan, hukumannya maksimal sekitar lima tahun penjara. “Keuntungan dari penjualan pil Y cukup besar, lebih dari separonya hingga lipat dua. Sehingga, pelaku tergiur dan nekat menjadi pengedarnya,” ucap Mantan Kanit Lantas Polsek Pandaan. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2