alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

3 Pekan Terakhir, Terjadi 11 Kali Gempa Vulkanik di Bromo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUKAPURA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pantau Gunung Bromo mencatat ada kenaikan aktivitas Gunung Bromo. Selama 3 pekan terakhir, tercatat 11 kali terjadi gempa vulkanik. Meski begitu, status Gunung Bromo tidak berubah. Yakni, tetap di level waspada.

Kondisi itu terjadi mulai awal Januari. Padahal, di bulan-bulan sebelumnya gempa vulkanik rata-rata hanya terjadi sekali dalam sebulan. Karena itu, Pos Pantau Gunung Api (PGA) Bromo kembali menegaskan pada pengunjung untuk tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.

Hanya saja, banyak pengunjung Gunung Bromo masih bandel dan naik ke kawah Bromo. “Mereka tetap naik ke atas kawah dengan alasan ingin tahun kawah Gunung Bromo. Padahal, sudah diimbau untuk tidak mendekati kawah,” terang Pengamat Gunung Api Pos Pantau Bromo Wahyu Andrian Kusuma.

Pria yang akrab disapa Wahyu itu membenarkan soal peningkatan aktivitas gempa vulkanik. “Kalau status tetap waspada, termasuk jarak radius larangan itu 1 kilometer dari kawah. Tetapi, untuk aktivitas memang ada kenaikan. Kami analisis, itu masih aman. Karena belum ada dampak yang signifikan,” katanya.

Sementara itu, Kasi Destinasi Wisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Musa mengaku, wisawatan yang datang ke Gunung Bromo tidak bisa dihalau untuk tidak mendekati kawah Gunung Bromo. Selain menghormati pengunjung, kawasan Bromo sangat luas.

Sehingga, sulit untuk menghalau pengunjung yang datang naik ke kawah Bromo. “Kami sudah memberikan imbauan pada pengunjung untuk tidak mendekati radius 1 kilometer, apalagi naik ke kawah. Tapi, pengunjung tetap nekat dan bandel,” katanya. (mas/rf)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKAPURA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pantau Gunung Bromo mencatat ada kenaikan aktivitas Gunung Bromo. Selama 3 pekan terakhir, tercatat 11 kali terjadi gempa vulkanik. Meski begitu, status Gunung Bromo tidak berubah. Yakni, tetap di level waspada.

Kondisi itu terjadi mulai awal Januari. Padahal, di bulan-bulan sebelumnya gempa vulkanik rata-rata hanya terjadi sekali dalam sebulan. Karena itu, Pos Pantau Gunung Api (PGA) Bromo kembali menegaskan pada pengunjung untuk tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.

Hanya saja, banyak pengunjung Gunung Bromo masih bandel dan naik ke kawah Bromo. “Mereka tetap naik ke atas kawah dengan alasan ingin tahun kawah Gunung Bromo. Padahal, sudah diimbau untuk tidak mendekati kawah,” terang Pengamat Gunung Api Pos Pantau Bromo Wahyu Andrian Kusuma.

Mobile_AP_Half Page

Pria yang akrab disapa Wahyu itu membenarkan soal peningkatan aktivitas gempa vulkanik. “Kalau status tetap waspada, termasuk jarak radius larangan itu 1 kilometer dari kawah. Tetapi, untuk aktivitas memang ada kenaikan. Kami analisis, itu masih aman. Karena belum ada dampak yang signifikan,” katanya.

Sementara itu, Kasi Destinasi Wisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Musa mengaku, wisawatan yang datang ke Gunung Bromo tidak bisa dihalau untuk tidak mendekati kawah Gunung Bromo. Selain menghormati pengunjung, kawasan Bromo sangat luas.

Sehingga, sulit untuk menghalau pengunjung yang datang naik ke kawah Bromo. “Kami sudah memberikan imbauan pada pengunjung untuk tidak mendekati radius 1 kilometer, apalagi naik ke kawah. Tapi, pengunjung tetap nekat dan bandel,” katanya. (mas/rf)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2