alexametrics
25.7 C
Probolinggo
Friday, 27 November 2020

Ada Potensi Bencana Gerakan Tanah, 12 Kecamatan Ini Masuk Lokasi Rawan

DRINGU, Radar Bromo – Belasan kecamatan di Kabupaten Probolinggo berpotensi mengalami bencana alam gerakan dan banjir. Utamanya, memasuki puncak musim hujan pada Desember 2019 hingga Januari 2020.

Potensi bencana gerakan tanah dapat terjadi sedikitnya di 12 kecamatan, dengan level menengah hingga tinggi. Kecamatan yang berpotensi gerakan tanah level menengah, yaitu Bantaran, Banyuanyar, Krejengan, Maron dan Sumberasih.

Sisanya adalah kecamatan yang berpotensi terjadi gerakan tanah dengan level menengah sampai tinggi. Meliputi Besuk, Gading, Krucil, Lumbang, Pakuniran, Sukapura dan Tongas.

“Kawasan ini juga dapat memicu terjadinya banjir bandang atau aliran bahan rombakan. Data itu sesuai yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), beberapa hari kemarin,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi.

Anggit menjelaskan, kontur tanah di Kabupaten Probolinggo utamanya pegunungan, berpotensi terjadi gerakan tanah. Intensitas hujan yang mulai tinggi sewaktu-waktu dapat menjadi pemicunya.

“Masyarakat yang berdomisili di pinggiran tebing, diimbau lebih waspada saat terjadi hujan deras,” imbaunya.

Namun, PVMBG Kementrian ESDM menurutnya, tidak memberikan peta lokasi pasti tentang titik bencana alam gerakan tanah. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan menyampaikan informasi tersebut ke daerah-daerah yang masuk dalam peta kerawanan.

“Akan kami teruskan informasi daerah berpotensi gertan (gerakan tanah, Red.) ini. Kawasan yang berpotensi kami minta waspada,” ujarnya.

Masyarakat, kata Anggit, lebih mengetahui kondisi lingkungan sekitar mereka. Karena itu, pemahaman tentang kebencanaan terus diberikan.

“Slogan kenali bahayanya, kurangi risikonya dan edukasi kebencanaan yang lain akan terus digaungkan. Sehingga, masyarakat semakin tangguh dalam menanggulangi bencana,” harapnya. (mas/hn)

 

Potensi bencana gerakan tanah

Level menengah

  1. Bantaran
  2. Banyuanyar
  3. Krejengan
  4. Maron
  5. Sumberasih

 

Level menengah – tinggi

  1. Besuk
  2. Gading
  3. Krucil
  4. Lumbang
  5. Pakuniran
  6. Sukapura
  7. Tongas
- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Usai Dilantik, Ribuan KPPS yang Bertugas di Pilwali Dirapid Test

Ini salah satu upaya KPU dalam memastikan seluruh putugas penyelanggara, seperti KPPS hingga linmas benar-benar sehat dan tidak terjangkit Covid-19

Petugas KPPS Harus Jaga Integritas selama Pilwali

Selanjutnya, KPU akan memberikan pembekalan bagi KPPS sebelum bertugas.

Pembobol Alfamart Suwayuwo Dibekuk, Pelaku Residivis, Ini Tampangya

Pelaku pembobolan toko modern yang berada di sebelah timur jalan nasional ini ada tiga orang.

Pembuangan Bayi di Bermi Krucil, sang Ibu Jadi Tersangka

Setelah melahirkan, pelaku langsung meninggalkan bayinya. Itu dilakukan agar tidak ada orang yang tahu dirinya telah melahirkan.