alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Petugas Hanya Ada di Jam Tertentu, Pos Pantau Kembali Disorot

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Pos pantau gugus tugas Kota Pasuruan untuk penanganan Covid-19, kembali disorot. Dewan menilai pos pantau kurang maksimal. Penyebabnya, dewan menyebut pemfungsian pos pantau ini tidak jelas dan tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Kondisi ini sangat disayangkan mengingat Kota Pasuruan masih berstatus zona risiko sedang untuk Covid-19.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Abdullah Junaedi mengungkapkan, pihaknya melihat pos pantau yang ada saat ini tidak efektif. Sebagai sarana pertama untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari luar Kota Pasuruan, pos pantau ini sangat penting. Sehingga seharusnya, pemfungsiannya pun maksimal selama 24 jam. Namun selama ini, tidak seperti itu.

Ia hanya melihat kerja petugas setempat di jam jam tertentu saja. Baik untuk thermo gun pemilik kendaraan yang masuk ataupun penyemprotan disinfektan pada kendaraan tersebut. Tentunya ini sangat disayangkan. Sebab kesepakatan awal pos pantau ini difungsikan untuk mencegah Covid-19 di Kota Pasuruan bisa menyebar lebih luas. Ia berharap petugas bisa bekerja lebih optimal.

“Sangat penting keberadaan pos pantau karena Kota Pasuruan masih berisiko. Tapi kami jarang melihat aktivitas dari mereka. Padahal kan mereka sudah bertugas untuk mencegah Covid-19 lebih luas. Kami lihat fungsi dari pos pantau ini tidak tercapai. Harusnya maksimal 24 jam,” ungkapnya.

Sementara itu, jubir Gugus Tugas Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat menjelaskan pada prinsipnya keberadaan pos pantau akan terus dievaluasi sesuai kondisi terkini penyebaran Covid-19 di kota pasuruan. Nantinya pos pantau ini harus seperti apa sangat tergantung dari tingkat penyebaran Covid-19 yang saat ini kota Pasuruan masih dalam zona risiko sedang.

“Para petugas sudah mempunyai rencana pengecekan kendaraan tidak selalu di jam yang sama. Agar efektif juga. Kalau jamnya sama pasti sudah diketahui oleh pelintas jalan,” sebut Kokoh. (riz/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.