alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Mulai Masuk Musim Hujan, Waspadai Banjir

BANGIL, Radar Bromo – Kewaspadaan terhadap ancaman bencana banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Pasuruan mulai dilakukan BPBD Kabupaten Pasuruan. Sejumlah personel dan relawan dikerahkan untuk optimalisasi pemantauan ancaman banjir atau tanah longsor.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati menyampaikan, intensitas hujan memang masih rendah. Karena saat ini, belum masuk masa penghujan. Tetapi masih masa peralihan.

Meski begitu, hujan tak jarang turun dengan deras. Sehingga, risiko banjir tetap ada. “Karena itu, kami melakukan kewaspadaan untuk ancaman banjir dan tanah longsor,” ujar Tecto.

Ia menambahkan, kewaspadaan itu dilakukan dengan memantau risiko terjadinya bencana. Sejumlah personil BPBD ataupun relawan dikerahkan untuk melakukan pemantauan. Khususnya di kantong-kantong yang rentan terjadi bencana banjir. Seperti Bangil, Rejoso, Beji, Kraton dan beberapa kecamatan lainnya.

Menurut Tecto, sejauh ini, laporan adanya banjir memang belum diterimanya. Tapi, hujan yang melanda tak jarang memicu genangan.

“Misalnya di Masangan, Kecamatan Bangil, tadi malam (kemarin malam, red). Memang tidak sampai banjir, tapi muncul genangan yang sifatnya sesaat,” tambah dia.

Tecto pun meminta kewaspadaan terjadinya bencana perlu dilakukan seluruh camat dan desa-desa di Kabupaten Pasuruan. Khususnya, desa-desa yang menjadi langganan banjir.

Selain perkampungan, sejumlah jalan nasional juga langganan tergenang saat hujan. Salah satunya, di wilayah Pandaan dan sekitarnya. Misalnya ruas jalan nasional jurusan Malang – Surabaya di Dusun Jatianom, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. Tiap hujan, ruas jalan ini langganan tergenang. Kemarin (21/10) pagi misalnya, genangan air terlihat di sini.

“Tiap kali musim penghujan atau setelah hujan turun, ruas jalan di Jatianom ini langganan tergenang. Dan ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Harusnya diperbaiki supaya tidak tergenang,” ujar Yudi, warga Dusun Jatianom.

Kaur Tata Usaha BBPJN VIII Surabaya Daniel Richard saat dikonfirmasi menjelaskan, ruas jalan itu memang langganan tergenang saat musim hujan. Penyebabnya karena posisi badan jalan lebih rendah dari saluran air tepi jalan.

“Faktor elevasi badan jalan yang lebih rendah dari saluran air tepi jalan menjadi penyebab ruas jalan di Jatianom ini langganan tergenang,” jelasnya.

Untuk mengatasinya, dalam waktu dekat BBPJN VIII Surabaya menurutnya akan mengupayakan pembuatan tali air atau seperti sudetan untuk aliran air. Sementara perbaikan jalan belum bisa dilakukan tahun ini.

“Secepatnya kami perbaiki bahu jalan dulu, biar airnya masuk ke saluran. Untuk peninggian badan jalan belum bisa dilakukan tahun ini. Harus diusulkan dulu ke pusat, agar tahun depan terealisasi,” bebernya. (one/zal/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.