alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

KPU Bakal Pakai Ini, Rekapitulasi Suara Pilwali Bisa Lebih Cepat

PASURUAN, Radar Bromo – Komisi Pemilhan Umum (KPU) Kota Pasuruan mencoba membuat proses rekapitulasi suara pada Pilwali Pasuruan menjadi lebih efisien. Hal itu dilakukan melalui aplikasi yang rencananya akan dipakai pada 9 Desember mendatang. Dengan penerapan teknologi itu, KPU ingin meminimalisasi kesalahan data.

Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Teknis Helmi menjelaskan, aplikasi bernama sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) itu nantinya akan dioperasikan oleh petugas KPPS. Ada dua petugas yang bisa mengoperasikannya. Karena itu, selama proses pembentukan KPPS, KPU juga menjaring calon petugas KPPS yang benar-benar melek teknologi.

“Saat rekrutmen lalu, kemampuan terkait teknologi sudah menjadi hal yang dipersyaratkan. Minimal bisa mengoperasikan smartphone karena Sirekap ini berbasis android,” ungkap Mimi, sapaan akrab Helmi.

Dia menggambarkan, petugas KPPS nantinya akan menginput data rekapitulasi suara ke aplikasi Sirekap. Data yang diunggah berupa foto. Aplikasi Sirekap lalu mengkonversinya menjadi data digital. Berbeda dengan aplikasi Situng yang digunakan pada Pemilu 2019 lalu. Dimana dokumen hasil pindai yang diunggah oleh petugas dikonversi oleh petugas IT KPU RI menjadi data digital.

“Memang sampai hari ini belum ada juknis. Tetapi kami mulai menyiapkan segala kebutuhannya. Seperti ketersediaan jaringan internet di lokasi-lokasi yang dipetakan menjadi TPS,” ujarnya.

Mimi menambahkan, aplikasi Sirekap itu bertujuan untuk mempercepat proses rekapitulasi suara. Sehingga masyarakat bisa mengakses informasi dengan cepat. Sebagai bentuk transparansi, KPU juga akan membeber informasi itu melalui portal daring agar bisa diakses oleh masyarakat luas.

Pihaknya berharap, aplikasi itu mampu menggantikan rekapitulasi manual dengan lebih efisien. Sebab, rekapitulasi suara selama ini dilakukan secara berjenjang. “Dengan aplikasi ini, nanti tidak ada lagi rekapitulasi tingkat kecamatan karena datanya sudah masuk ke server pusat. Namun tetap ada validasi data berupa form A4, prinsipnya tidak menghilangkan catatan dalam bentuk dokumen hard copy,” bebernya. (tom/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.