Evakuasi Penggali Sumur yang Tertimbun Cukup Lama, Ini Penyebabnya

KOTAANYAR – Tidak ada yang menyangka, gotong royong memperbaiki sumur irigasi di sebuah sawah di Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Minggu siang (21/10) membawa petaka. Pemilik sumur, tewas usai tertimbun longsor dari dinding sumur setinggi 1 meter.

Korban adalah Sanito, 47, warga Dusun Koloran, RT 18/RW 05, Desa/Kecamatan Kotaanyar. Sumur itu sendiri adalah sumur keluarga yang fungsinya untuk irigasi atau mengairi sawah.

Sumur itu biasa dipakai keluarga korban dan mertuanya, Sanimo, 55. Selain itu, sumur tersebut juga biasa dipakai beberapa petani untuk mengairi sawah mereka. Lokasinya juga di Dusun Koloran.

Namun, sejak musim kemarau panjang tahun ini, debit air sumur terus mengecil. Karena sumur dipakai beberapa petani sekaligus, maka diputuskan untuk memperbaiki sumur.

Sumur diperbaiki dengan cara digali lebih dalam. Sebelumnya, sumur tidak terlalu dalam. Perbaikan pun menargetkan agar sumur punya kedalaman 7 meter.

Nah, perbaikan pun dimulai pada Sabtu (20/10). Perbaikan dilakukan dengan gotong royong oleh empat orang. Yaitu, korban Sanito dan mertuanya, Sanimo.

Dua yang lain adalah petani yang juga menggunakan sumur tersebut. Keduanya adalah Suraji, 47 dan Ahmad, 50. Mereka berempat ini tinggal di dusun yang sama.

Sekitar pukul 10.00, kedalaman sumur sudah mencapai 4 meter. Saat itu, giliran korban yang turun untuk menggali sumur. Sementara tiga yang lain menunggu di atas.

Saat itulah, tiba-tiba bencana terjadi. Dinding sumur tiba-tiba longsor. Sementara di dalam sumur, ada korban yang sedang menggali dalam keadaan jongkok. Korban pun langsung tertimbun tanah galian. Bahkan sampai sedalam 1 meter.

Saat itu juga, ketiga rekannya langsung berusaha mengeluarkan korban dari dalam sumur. Evakuasi itu, dilakukan dengan cara manual.

Longsoran tanah digali atau dikeluarkan menggunakan alat manual, berupa sebuah ember atau timba dan tambang berukuran 10 meter. Alhasil, penyelamatan berlangsung lama.

Korban baru bisa diangkat dari sumur, 1 jam lebih setelah tertimbun longsor. “Dia tidak nututi keluar. Longsoran langsung mengenai kepalanya. Kami langsung mengeluarkan. Tapi memang pakai alat manual untuk menggali saat sumur longsor,,” lanjut Sanimo.

Begitu berhasil dikeluarkan, korban Sanito dilarikan ke Rumah Sakit Rizani, Paiton oleh petugas Polsek Kotaanyar yang datang ke lokasi. Dari sana juga diamankan sejumlah barang bukti. Yaitu, satu buah timba karet warna hitam dan tampar dadung panjang 10 meter.

Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong. Korban meninggal setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit selama beberapa saat.

Korban meninggalkan dua anak, laki-laki dan perempuan. Siang itu juga, pukul 14.00, korban dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

“Dia itu tulang punggung keluarga. Dia pendiam dan pekerja keras. Saya merasa kehilangan. Tapi sebelumnya saya tidak ada firasat apa-apa,” jelas Sanimo. (hil/hn/mie)