alexametrics
27 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Minta Tanpa Iring-Iringan Massa saat Penetapan-Pengundian Nomor Urut

PURWOREJO, Radar Bromo – Pilwali Pasuruan 2020 akan segera memasuki tahapan kampanye. Sebelum itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih dulu menggelar penetapan calon. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kelengkapan dan keabsahan syarat pencalonan maupun syarat calon.

Rencananya, KPU menggelar rapat pleno penetapan calon Rabu (23/9). Sebelumnya, sudah ada dua bapaslon yang mendaftar. Yaitu pasangan Raharto Teno Prasetyo-Mochammad Hasjim Asjari. Lalu pasangan Saifullah Yusuf-Adi Wibowo.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Moh Anas mengatakan bahwa nuansa yang terjadi pada saat penetapan calon tak jauh berbeda dengan pendaftaran. Setidaknya, hal itu terlihat dari beberapa kali gelaran pesta demokrasi selama ini.

“Selama ini dalam momen-momen tersebut identik adanya pengerahan massa,” ungkap Anas.

Di masa pandemi saat ini, lanjut Anas, semua pihak harus saling menyadari pentingnya mengantisipasi penyebaran virus korona. Mengingat, Kota Pasuruan yang sampai hari ini masih berada di zona merah dengan status berisiko tinggi akan penyebaran virus korona.

“Jadi kami minta masing-masing tim paslon sepakat untuk tidak melakukan pengerahan massa. Baik pada saat penetapan calon maupun pengundian nomor urut pada keesokan harinya,” bebernya dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Tahapan Kampanye kemarin.

Pihaknya juga mengevaluasi tahapan pendaftaran calon di KPU beberapa waktu lalu. Di mana proses pendaftaran berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu juga terlihat dengan batasan tim yang mendampingi bapaslon saat mendaftar.

Akan tetapi, banyaknya pendukung masing-masing bapaslon yang ikut mengiringi saat pendaftaran justru tak terkendali. Meski mereka menunggu di luar ruangan, namun justru memicu adanya kerumunan.

“Penyebaran virus ini memang perlu diantisipasi bersama. Dan hari ini kami sudah memegang kesanggupan dua tim paslon untuk tidak melibatkan banyak massa,” ujarnya.

Dia menyinggung, bahwa protokol kesehatan harus menjadi aspek yang diutamakan selama tahapan Pilwali nanti. Ketentuan itu sudah diatur dalam PKPU Nomor 6/2020 serta PKPU Nomor 10/2020. Sementara, dari sisi hukum, pelanggaran protokol kesehatan itu diatur dalam Pasal 212, Pasal 214, 216, 218 KUHP. Kemudian juga diancam dengan Pasal 14 UU Nomor 4/1984 dan Pasal 93 UU Nomor 6/2018. (tom/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sopirnya Diduga Ngantuk, Mobil Xenia Tabrak Pohon–Pagar Sekolah

Mobil tiba-tiba mengarah ke kiri, hingga kemudian menabrak dua pohon palm dan mangga. Selanjutnya menabrak pagar sekolah, hingga laju kendaraan seketika itu langsung berhenti.

Debat Publik Perdana Pilwali Pasuruan Usung Tema Kesejahteraan

Dua pasangan calon yang berebut dukungan rakyat Kota Pasuruan berdebat dalam 6 segmen. Total durasi seluruh acara selama 120 menit.

Dua Pohon Tumbang Timpa Motor-Macetkan Jalan di Pasuruan

Pohon tumbang usai diterjang angin kencang.

Salip Kiri, Warga Rembang Tewas Terlindas Truk Gandeng di Rejoso

Korban meregang nyawa saat hendak berangkat kerja.

Dana Kebencanaan Kota Pasuruan Sudah Terserap 70 Persen

Dana kebencanaan yang dimiliki oleh Pemkot Pasuruan tahun ini diyakini mencukupi.