alexametrics
24C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Bupati Wadul Gubernur soal RSUD Tongas Kekurangan 83 Perawat

MAYANGAN, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo memiliki rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, yaitu RSUD Tongas. Rumah sakit dengan kapasitas 62 tempat tidur tersebut ternyata kekurangan sekitar 83 tenaga kesehatan (nakes). Kondisi itu, membuat tidak ideal dan RSUD Tongas tidak bisa tampung semua pasien Covid-19 sesuai kapasitas tempat tidur.

Hal itu disampaikan Bupati Probolinggo, P. Tantriana Sari. Saat dikonfirmasi kemarin. Bupati mengatakan, ideal nakes dalam penanganan Covid-19, satu tempat tidur itu ada 3 nakes perawat. Di RSUD Tongas, kapasitas ada 62 tempat tidur. Dengan begitu, membutuhkan sekitar 186 nakes perawat di dalamnya. Pada kenyataannya, jumlah nakes yang adi RSUD Tongas tersebut hanya sekitar 100 nakes perawat.

”Kami kekurangan nakes dalam penanganan pasien Covid-19 di RSUD rujukan. Kondisi itu, cukup menyulitkan dalam penanganan Covid-19. Tetapi, kami berusaha untuk bisa maksimal sejauh ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Selain nakes perawat, dikatakan Tantri, pihaknya kekurangan dokter. Mulai dari dokter umum sampai dokter spesialis. Termasuk peralatan pun masih kurang lengkap. Pihaknya terus berupaya membenahi dan memaksimalkan pelayanan dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.”

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat dikonfirmasi mengatakan, di Jatim ada 127 rumah sakit rujukan penanangan Covid-19. Jumlah itu sudah termasuk di Kabupaten Probolinggo yang mendapatkan bantuan ventilator. Soal kekurangan nakes yang dialami di RSUD rujukan, nanti akan dilakukan koordinasi lebih lanjut. Di mana, ada koordinator kuratif di tiap daerah yang bisa diajak cari solusinya.

”Covid-19 ini, tidak ada yang bisa memprediksi sampai kapan berhenti penyebarannya. Karena itu, memakai masker adalah cara paling aman dan benar,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU