alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Karaoke 888 Tetap Beraktivitas, Begini Komentar MUI Probolinggo

KEDOPOK, Radar Bromo – Beroperasinya lagi eks tempat karaoke 888 di Hotel Tampiarto, mendapat sorotan dari MUI Kota Probolinggo. MUI minta Pemkot Probolinggo tegas menyikapi beroperasi tempat karaoke itu.

Komisi Hukum MUI Kota Probolinggo Tirmizdi menjelaskan, kegiatan yang dilakukan di eks tempat karaoke 888 adalah kegiatan ilegal. Walaupun, saat ini namanya tidak lagi disebut sebagai tempat karaoke 888.

Ilegal karena, Pemkot Probolinggo tidak mengeluarkan perpanjangan izin karaoke tersebut. Namun, kenyataanya di lapangan, tempat karaoke itu masih beroperasi. Bahkan, dengan dalih beroperasi khusus untuk pengunjung hotel.

Kondisi ini menurut Tirmidzi menunjukkan bahwa pihak pengelola acuh terhadap kebijakan pemkot. Karena itu, MUI meminta Pemkot tegas menyikapi praktik-praktik kemaksiatan.

“Pemkot harus tegas menyikapi praktik-praktik kemaksiatan. Apalagi yang jelas-jelas tidak ada izin,” terangnya.

Terpisah Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, hingga kini pihaknya belum bertemu OPD terkait. Temasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) yang mengatur soal perizinan. Diperkirakan, Senin baru bisa dilakukan koordinasi dengan semua OPD terkait.

Ada beberapa hal yang akan dikoordinasikan menurut Agus. Di antaranya, sampai di mana batasan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang dimiliki hotel. Apakah termasuk fasilitas karaoke hotel, dengan catatan yang boleh menggunakan hanya tamu hotel.

“Selain itu, harus dikaji juga, apakah karaoke Tampiarto termasuk room yang dulu dipakai tempat karaoke 888. Atau yang dimaksud karaoke yakni di hall yang terbuka, bukan room. Jadi perlu dikaji ruang lingkupnya,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Satpol PP Kota Probolinggo menggerebek tempat karaoke 888 di Hotel Tampiarto, Jalan Suroyo. Penggerebekan dilakukan Kamis (19/9), pukul 23.00, karena tempat karaoke itu nekat buka.

Di lokasi, Satpol PP langsung menghentikan aktivitas di sana. Ditemukan juga, dua lelaki dan dua perempuan yang mengaku pengunjung. Juga ada ditemukan 10 botol miras.

Semuanya lantas dibawa ke Mako Satpol PP. Namun, empat pengunjung itu akhirnya diperbolehkan pulang.

Pengelola, Arie Hafiz Azhari menyebut, yang beroperasi itu bukan tempat karaoke 888. Melainkan tempat karaoke Tampiarto. Tempat karaoke itu hanya digunakan untuk pengunjung hotel. (rpd/hn)

KEDOPOK, Radar Bromo – Beroperasinya lagi eks tempat karaoke 888 di Hotel Tampiarto, mendapat sorotan dari MUI Kota Probolinggo. MUI minta Pemkot Probolinggo tegas menyikapi beroperasi tempat karaoke itu.

Komisi Hukum MUI Kota Probolinggo Tirmizdi menjelaskan, kegiatan yang dilakukan di eks tempat karaoke 888 adalah kegiatan ilegal. Walaupun, saat ini namanya tidak lagi disebut sebagai tempat karaoke 888.

Ilegal karena, Pemkot Probolinggo tidak mengeluarkan perpanjangan izin karaoke tersebut. Namun, kenyataanya di lapangan, tempat karaoke itu masih beroperasi. Bahkan, dengan dalih beroperasi khusus untuk pengunjung hotel.

Kondisi ini menurut Tirmidzi menunjukkan bahwa pihak pengelola acuh terhadap kebijakan pemkot. Karena itu, MUI meminta Pemkot tegas menyikapi praktik-praktik kemaksiatan.

“Pemkot harus tegas menyikapi praktik-praktik kemaksiatan. Apalagi yang jelas-jelas tidak ada izin,” terangnya.

Terpisah Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, hingga kini pihaknya belum bertemu OPD terkait. Temasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) yang mengatur soal perizinan. Diperkirakan, Senin baru bisa dilakukan koordinasi dengan semua OPD terkait.

Ada beberapa hal yang akan dikoordinasikan menurut Agus. Di antaranya, sampai di mana batasan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang dimiliki hotel. Apakah termasuk fasilitas karaoke hotel, dengan catatan yang boleh menggunakan hanya tamu hotel.

“Selain itu, harus dikaji juga, apakah karaoke Tampiarto termasuk room yang dulu dipakai tempat karaoke 888. Atau yang dimaksud karaoke yakni di hall yang terbuka, bukan room. Jadi perlu dikaji ruang lingkupnya,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Satpol PP Kota Probolinggo menggerebek tempat karaoke 888 di Hotel Tampiarto, Jalan Suroyo. Penggerebekan dilakukan Kamis (19/9), pukul 23.00, karena tempat karaoke itu nekat buka.

Di lokasi, Satpol PP langsung menghentikan aktivitas di sana. Ditemukan juga, dua lelaki dan dua perempuan yang mengaku pengunjung. Juga ada ditemukan 10 botol miras.

Semuanya lantas dibawa ke Mako Satpol PP. Namun, empat pengunjung itu akhirnya diperbolehkan pulang.

Pengelola, Arie Hafiz Azhari menyebut, yang beroperasi itu bukan tempat karaoke 888. Melainkan tempat karaoke Tampiarto. Tempat karaoke itu hanya digunakan untuk pengunjung hotel. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/