alexametrics
28C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Nilai Honor GTT Jauh di Bawah UMK, Pemkot Masih Kaji Kenaikan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Harapan sejumlah guru tidak tetap (GTT) di Kota Pasuruan untuk mendapatkan honor yang layak masih belum bisa terwujud. Tahun ini, mereka tetap mendapatkan honor Rp 750 ribu per bulan.

Honor yang diberikan Pemkot Pasuruan, ini masih jauh lebih kecil dibanding upah minimum kota (UMK) Pasuruan sebesar Rp 2,046 juta. Selain itu, meski dihitung Rp 750 ribu per bulan, pencairannya tidak direalisasikan setiap bulan. Melainkan, per triwulan.

Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo mengatakan, besaran honor yang diterima GTT di Kota Pasuruan tahun ini tetap seperti tahun kemarin. Yaitu, Rp 750 ribu. Kenaikan honor terakhir kali dilakukan pada 2018.

Teno -sapaan akrab Raharto Teno Prasetyo- mengamini jika besaran honor itu masih jauh dari kebutuhan hidup layak yang mengacu pada UMK Kota Pasuruan. Namun, pihaknya mengaku masih mengkaji kenaikan honor GTT. “Honor kami naikkan menjadi Rp 750 ribu pada 2018. Setelah sebelumnya hanya Rp 300 ribu. Kemungkinan kenaikan masih kami kaji dulu,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Pasuruan Farid Misbah juga mengatakan, honor yang diterima GTT masih belum layak. Pihaknya berharap agar ada kenaikan honor GTT. Namun, tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran Pemkot. “Saya berharap kalau perlu ada kualifikasi berdasarkan beban kerja. Jadi, nilai honor yang diberikan menyesuaikan beban mereka,” ujarnya.

Sedangkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan Supriyadi mengungkapkan, jumlah GTT di Kota Pasuruan ada 546 orang. Rinciannya, 11 GTT di lembaga Taman Kanak-kanak (TK); 381 GTT di lembaga Sekolah Dasar (SD), serta 154 GTT di lembaga Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Masing-masing GTT menerima honor yang sama dari Pemkot. Rp 750 ribu setiap bulan. Namun, pencairan dilakukan setiap triwulan,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU