alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Kartu Keluarga Sejahtera Bermasalah Hambat Penyaluran Bantuan

PURWOREJO, Radar Bromo – Makin bertambah saja jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum mencairkan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Pasuruan. Pada periode Juli, jumlahnya mencapai 346 dan periode Agustus ada 383.

Total ada 7.778 KPM yang mendapat BPNT di Kota Pasuruan. Untuk periode Agustus, penyaluran bantuan dilakukan selama tiga hari di 39 agen penyalur atau e-warung. Tetapi, tidak semua KPM bisa menyerap dana bantuan senilai Rp 110 ribu tersebut.

“Realisasi serapan bantuan untuk bulan Agustus mencapai 95,08 persen atau berjumlah 7.395 KPM yang sudah menerima bantuannya,” ungkap Plt Kepala Dinsos Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko.

Artinya, ada 383 KPM yang belum menyerap bantuan berupa beras dan telur itu. Jumlah itu tak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. Bahkan, KPM yang belum menyerap bantuan cenderung bertambah. Pada Juli, jumlah KPM yang belum menyerap bantuan ada 346 orang.

Hery menyebut, ada berbagai faktor menjadi pemicu belum tersalurkannya bantuan. “Yang paling banyak ialah KKS (kartu keluarga sejahtera) bermasalah,” beber Hery.

Jumlah KPM yang KKS-nya bermasalah itu ada 238 orang. Akibatnya, mereka tak dapat segera memanfaatkan bantuan yang mesti diterimanya. Kendati demikian, Hery menjamin kondisi itu tak mempengaruhi besaran bantuan yang diterima KPM.

“Jadi, bantuan yang sudah dicairkan ke rekening KPM tetap, tidak akan hangus. Karena yang bermasalah hanya kartunya saja,” ujarnya. Dia juga menegaskan akan memperbarui data KPM agar permasalahan itu lekas teratasi.

Sementara, faktor lain yang memicu belum terserapnya bantuan itu beragam. Yakni, KPM yang sudah meninggal dunia 26, pindah domisili 10, dan 4 KPM dinyatakan mandiri secara ekonomi.

Selebihnya, ada 41 KPM yang datanya belum ditemukan saat transaksi. Serta 51 KPM memang belum membelanjakan bantuannya. “Ini juga akan terus diperbarui,” tegas Hery. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU