TPS Pasar Baru Dimanfaatkan, Dishub Gelar Rekayasa Lalin

MAYANGAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo memastikan telah melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di sekitar Pasar Baru. Menyusul telah ditempatinya tempat penampungan sementara (TPS) untuk pedagang Pasar Baru.

Sumadi, kepala Dishub Kota Probolinggo mengatakan, rekayasa lalin di sekitar Pasar Baru dilakukan untuk meminimalisir kemacetan. Menurutnya, rekayasa ini akan ditambah, jika Dinas PUPR menambah TPS di Jalan Panglima Sudirman.

“Contohnya di Jalan Brigjen Katamso, depan Depot Kairo, kami pasang tanda dilarang melintas untuk kendaraan roda empat. Ini, berlaku pagi sampai sore,” terangnya.

Sebab, Jalan Brigjen Katamso kerap menjadi simpul kemacetan pertama di Jalan Panglima Sudirman. Khususnya ketika kendaraan roda empat dari utara (Brigjen Katamso) dan dari barat bertemu di Jalan Panglima Sudirman. Tepatnya di simpang tiga Brigjen Katamso.

“Kalau di Jalan Panglima Sudirman dibangun TPS tambahan, maka rekayasa lalin ini perlu ditambah. Minimal dilakukan jalur buka tutup,” ujarnya.

Sementara itu, Andre Nirwana, kabid Cipta Karya di Dinas PUPR memastikan, akan dibangun TPS tambahan di Jalan Panglima Sudirman. Namun, tidak dilakukan di tahun 2018.

“Memang rencananya akan dibangun TPS tambahan di sana, tapi tidak tahun ini. Sekarang kami fokus membongkar Pasar Baru sebelah selatan,” ujarnya.

Penambahan TPS menurutnya, dilakukan karena ada kekurangan TPS untuk pedagang. “Sekarang baru tersedia untuk 280 pedagang. Padahal, totalnya sekitar 400. Jadi, masih ada kekurangan TPS,” jelasnya. (put/hn)