alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Video Buaya di Tambak Asembakor Hoax

KRAKSAAN, Radar Bromo – Warga di wilayah Kraksaan belakangan dikejutkan dengan video penampakan buaya di area persawahan. Video yang tersebar di jejaring chatting itu diduga dikabarkan terjadi di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan. Setelah dikroscek, video buaya tersebut hoaks alias disinformasi.

Video berdurasi 0,25 detik itu memperlihatkan seekor buaya di areal persawahan. Dibelakangnya terdapat beberapa orang yang sedang menghalau buaya tersebut. Sedangkan disamping buaya terdapat beberapa orang yang sedang memvideokan keberadaan buaya.

Bede beje keluar deri songai e nambekor. Keluar ka .. PT Garam neka (Ada buaya keluar dari sungai di Asembako, keluar ke PT Garam),” ujar suara pria di dalam video tersebut.

Tidak hanya itu, suara tersebut juga memaparkan buaya itu keluar dari sungai yang ada di sebelah utara tambak. Pria dalam video juga memperingatkan kepada para petani garam untuk hati-hati. Sebab, pengusiran buaya kembali ke sungai belum berhasil.

Tengate, sealako buje jek benseromben entar entar ka songai. Semangken neka epegek gik tak ekeneng (Hati-hati yang bekerja garam. Jangan sembarangan pergi ke sungai. Saat ini buaya di tangkap masih belum bisa,” tuturnya.

Banyak yang percaya jika itu di Asembakor. Pasalnya, dalam video itu memakai bahasa Madura. Namun, saat dikonfirmasi ke Kepala Desa Asembakor Mohamad Zainullah membantah video itu. Menurutnya, video itu hoaks. “Itu hoaks. Video itu bukan di Asembakor. Itu di daerah luar, ” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto. Bahkan, Kapolsek mengiri Jawa Pos Radar Bromo video yang sama dari YouTube, dan diketahui video itu berasal dari Sulawesi. “Itu hoaks. Itu di Sulawesi. Kalau ada di Kraksaan pasti kami sudah menerima laporan,” terangnya. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Warga di wilayah Kraksaan belakangan dikejutkan dengan video penampakan buaya di area persawahan. Video yang tersebar di jejaring chatting itu diduga dikabarkan terjadi di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan. Setelah dikroscek, video buaya tersebut hoaks alias disinformasi.

Video berdurasi 0,25 detik itu memperlihatkan seekor buaya di areal persawahan. Dibelakangnya terdapat beberapa orang yang sedang menghalau buaya tersebut. Sedangkan disamping buaya terdapat beberapa orang yang sedang memvideokan keberadaan buaya.

Bede beje keluar deri songai e nambekor. Keluar ka .. PT Garam neka (Ada buaya keluar dari sungai di Asembako, keluar ke PT Garam),” ujar suara pria di dalam video tersebut.

Tidak hanya itu, suara tersebut juga memaparkan buaya itu keluar dari sungai yang ada di sebelah utara tambak. Pria dalam video juga memperingatkan kepada para petani garam untuk hati-hati. Sebab, pengusiran buaya kembali ke sungai belum berhasil.

Tengate, sealako buje jek benseromben entar entar ka songai. Semangken neka epegek gik tak ekeneng (Hati-hati yang bekerja garam. Jangan sembarangan pergi ke sungai. Saat ini buaya di tangkap masih belum bisa,” tuturnya.

Banyak yang percaya jika itu di Asembakor. Pasalnya, dalam video itu memakai bahasa Madura. Namun, saat dikonfirmasi ke Kepala Desa Asembakor Mohamad Zainullah membantah video itu. Menurutnya, video itu hoaks. “Itu hoaks. Video itu bukan di Asembakor. Itu di daerah luar, ” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto. Bahkan, Kapolsek mengiri Jawa Pos Radar Bromo video yang sama dari YouTube, dan diketahui video itu berasal dari Sulawesi. “Itu hoaks. Itu di Sulawesi. Kalau ada di Kraksaan pasti kami sudah menerima laporan,” terangnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/