Keluarga Bayi yang Tercebur di Ember Buat Surat Pernyataan Enggan Otopsi

BESUK, Radar Bromo – Tewasnya Faraniza Diah Rahmadani, meninggalkan duka bagi keluarga. Tak terkecuali bagi Ila Novita, 26, dan Mochammad Zaini, 28, ayah dan ibu Faraniza Diah Rahmadani. Mereka tak akan menyangka, korban yang masih berusia 13 bulan tersebut, bakal meregang nyawa usai masuk ke dalam ember di kamar mandi rumah.

BUAT PERNYATAAN: Kerabat dan keluarga membuat surat pernyataan untuk menolak hasil otopsi. (Polsek Besuk for Radar Bromo)

Bayi yang baru berusia 13 bulan dari pasutri Ila Novita, 26, dan Mochammad Zaini, 28, asal Desa Jambangan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo itu, meregang nyawa usai masuk ke dalam ember di kamar mandi rumahnya.

Kejadian itu memang memantik kepolisian sempat tiba di lokasi kejadian. Polisi bahkan sempat meminta keterangan dan memeriksa jenazah korban. Dari visum luar yang dilakukan polisi, tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan.

Selain itu, korban juga diduga meninggal di perjalanan sesaat akan dibawa ke puskesmas. Pasalnya, saat ditemukan dengan kondisi tercebur itu korban masih lemas.

“Untuk meninggalnya kemungkinan di perjalanan. Saat ditemukan korban masih dalam keadaan lemas. Seperti baru saja tercebur ke dalam ember itu,” jelas Iptu Agus Rahmad, Kapolsek Besuk.

Atas insiden itu, keluarga korban menerima kejadian tersebut karena musibah. Pihak keluarga membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan otopsi. “Tidak dilakukan otopsi. Karena keluarga menolak,” terangnya. (sid/fun)