alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Bukit Bentar Terbakar, Delapan Hektare Lahan Perhutani Hangus

GENDING – Kebakaran terjadi di Bukit Bentar, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Senin siang (22/7). Akibat insiden itu, delapan hektare lahan milik perhutani terbakat.

Informasinya, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00. Kebakaran diketahui setelah warga melapor ke petugas Perhutani. Bersama Babinsa dan Polsek Gending, Perhutani mendatangi lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman.

Kebakaran berasal dari dua titik api yang berada di sisi sebelah barat dan timur Bukit Bentar. Sulitnya medan menuju titik api serta tanaman yang berupa rumput kering dan kencangnya angin membuat api semakin membesar. Api yang berada di sisi sebelah timur lebih cepat membesar karena angin yang berhembus lebih kencang.

“Kondisi medan yang susah untuk dijangkau oleh petugas membuat api sulit dipadamkan. Kami hanya bisa memadamkan dengan cara manual dengan menggunakan dahan pohon,” ujar PLH Resort Pengelolaan Hutan Klenang Muhammad Kasan.

Petugas gabungan dari Perhutani, Koramil dan Polsek bahu–membahu memadamkan api. Sekitar 2 jam petugas gabungan berusaha memadamkan api hingga api sisi timur bukit berhasil dipadamkan. Sedangkan sisi sebelah barat masih dilakukan upaya pemadaman.

“Sisi timur bukit bentar sudah padam, dan sisi sebelah barat masih kita upayakan pemadaman dan masih kami pantau terus karena masih ada beberapa titik api,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Koramil Gending Gimun yang turut serta memadamkan kobaran api menduga bahwa kebakaran lahan ini sengaja dilakukan oleh warga sekitar.

“Kami sempat memergoki ada beberapa warga yang hendak membakar lahan, namun urung karena ketahuan terlebih dahulu. Untuk mengantisipasi hal serupa dilakukan patroli setiap hari dengan petugas perhutani,” ujarnya.

Untuk kerugian akibat kebakaran ini masih belum diketahui karena poses pemadaman masih berjalan. (ar/fun)

GENDING – Kebakaran terjadi di Bukit Bentar, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Senin siang (22/7). Akibat insiden itu, delapan hektare lahan milik perhutani terbakat.

Informasinya, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00. Kebakaran diketahui setelah warga melapor ke petugas Perhutani. Bersama Babinsa dan Polsek Gending, Perhutani mendatangi lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman.

Kebakaran berasal dari dua titik api yang berada di sisi sebelah barat dan timur Bukit Bentar. Sulitnya medan menuju titik api serta tanaman yang berupa rumput kering dan kencangnya angin membuat api semakin membesar. Api yang berada di sisi sebelah timur lebih cepat membesar karena angin yang berhembus lebih kencang.

“Kondisi medan yang susah untuk dijangkau oleh petugas membuat api sulit dipadamkan. Kami hanya bisa memadamkan dengan cara manual dengan menggunakan dahan pohon,” ujar PLH Resort Pengelolaan Hutan Klenang Muhammad Kasan.

Petugas gabungan dari Perhutani, Koramil dan Polsek bahu–membahu memadamkan api. Sekitar 2 jam petugas gabungan berusaha memadamkan api hingga api sisi timur bukit berhasil dipadamkan. Sedangkan sisi sebelah barat masih dilakukan upaya pemadaman.

“Sisi timur bukit bentar sudah padam, dan sisi sebelah barat masih kita upayakan pemadaman dan masih kami pantau terus karena masih ada beberapa titik api,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Koramil Gending Gimun yang turut serta memadamkan kobaran api menduga bahwa kebakaran lahan ini sengaja dilakukan oleh warga sekitar.

“Kami sempat memergoki ada beberapa warga yang hendak membakar lahan, namun urung karena ketahuan terlebih dahulu. Untuk mengantisipasi hal serupa dilakukan patroli setiap hari dengan petugas perhutani,” ujarnya.

Untuk kerugian akibat kebakaran ini masih belum diketahui karena poses pemadaman masih berjalan. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/