Satu Tersangka Korupsi TIK Dispendik Masih Buron

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus Korupsi pengadaan alat Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (TIK) Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo sudah usai. Empat orang tersangkanya dalam kasus itu sudah diputus dan bahkan sudah ada yang bebas. Hanya satu orang yang masih buron setelah diputus.

Dia adalah Rizal Febrian, direktur CV Antara atau pelaksana CV Burung Nuri yang merupakan pemenang lelang dari proyek senilai Rp 14,2 milyar itu. Sejauh ini keberadaannya masih diburu Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, setelah diputus bersalah dan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan penjara, dia belum juga ditahan.

Kasus tersebut diputus pada 5 Agustus 2014 lalu oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya. Karena belum puas, pihak terdakwa mengajukan banding ke PT dan diputus pada 21 Desember 2015. Tidak berhenti sampai disitu, kasus itu juga sampai pada meja kasasi. Namun Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi itu pada 4 Maret 2019 lalu.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan setempat Novan Basuki mengatakan, pihaknya baru menerima berita acara pelaksanaan eksekusi pada awal tahun lalu. Tepatnya 8 Januari lalu. Dari situ, pihaknya langsung melakukan pelacakan kepada yang bersangkutan.

“Kami langsung melakukan pelacakan. Hingga saat ini, kami belum bisa menemukannya,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, selain hukuman yang telah diputus, Rizal juga diwajibkan mengembalikan uang negara sebesar Rp 2,6 miliar. Jika itu tidak dilakukan, maka yang bersangkutan dikenakan kurungan selama satu tahun.

Pria yang akrab disapa Novan itu menjelaskan, biaya pengganti yang ditanggungkan untuk Rizal memang cukup besar. Jumlahnya separo lebih dari kerugian negara karena kasus tersebut ada Rp 3 miliar lebih. Rizal Febrian merupakan otak dari korupsi tersebut.

“Dia (Rizal, Red) otaknya. Jadi dia harus mengembalikan uang yang cukup banyak,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus korupsi pengadaan terjadi pada 2012 lalu. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, menetapkan empat tersangka dari kasus tersebut. Diantaranya yaitu Rasid Subagio mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo; Eko Wahyudi, Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dispendik serta Moh Nuri, Direktur CV Burung Nuri dan Rizal Febrian, Pelaksana CV burung Nuri. (sid/fun)