Kasus Covid-19 Naik, Bupati Probolinggo: Salat Id di Rumah  

PROBOLINGGO, Radar BromoAdanya tambahan 31 kasus positif Coronavirus Disease (Covid-19) baru di Kabupaten Probolinggo jadi perhatian. Aturan menggelar salat id dengan syarat pun direvisi.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari meminta warganya salat Id di rumah tahun ini.

Itu artinya,  salat Id 1441 Hijriyah tidak dilakukan di masjid atau tanah lapang. Keputusan itu diambil setelah melihat jumlah pasien positif korona bertambah 31 orang.

Hal itu disampaikan Bupati Tantri dalam pers rilisnya Jumat (22/5) pagi di pendapa Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, keputusan itu hasil musyawarah bersama dengan Forkopimda. Termasuk MUI, FKUB, PD Muhammadiyah, dan NU serta ulama se-Kabupaten Probolinggo.

Keputusan itu lantas disampaikan pada seluruh camat dan kepala desa/lurah se-Kabupaten Probolinggo. termasuk badan pengelola masjid/musala se-Kabupaten Probolinggo.

Ada tiga alasan pokok yang mendasari keputusan meniadakan salat Id di lapangan dan masjid. Pertama, kecenderungan penyebaran Covid-19 belum terkendali. Bahkan, mengalami tren meningkat.

Kedua, keselamatan manusia menurut syariat Islam harus diutamakan. Dan ketiga, memelihara ketertiban dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami harus akui kenyataan yang ada, bahwa tren penderita Covid-19 meningkat di Kabupaten Probolinggo,” terang Tantri kepada sejumlah awak media.

Baca Juga: Bupati Probolinggo Perbolehkan Salat Id di Masjid dengan Syarat…

Karena kondisi itu, masyarakat Kabupaten Probolinggo diserukan untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing, bersama keluarga.

Tidak hanya daerah yang termasuk zona merah penyebarang korona. Namun, juga berlaku di daerah yang masuk hijau di enam kecamatan.

Menurut Bupati Tantri, daerah hijau bukanlah jaminan tidak ada warga yang terjangkit korona. Sebab, hingga saat ini dari hasil penelusuran tim medis, pasien positif justru dialami oleh orang tanpa gejala (OTG).

“Daripada nantinya makin parah, lebih baik saat ini kami lakukan penjaringan dengan baik. Lebih baik diketahui sekarang, meski jumlahnya membeludak daripada nanti,” katanya.

Meski salat Id tidak dilakukan di masjid dan tanah lapang, Bupati menegaskan, pasar tradisional dan modern tetap dibuka. Dengan syarat, menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mengatur keluar masuk konsumen.

“Untuk pertokoan dan pasar, tetap kita buka. Namun, dengan mengedepankan protokol kesehatan,” tandas Bupati Tantri.

Sementara itu, Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, memastikan akan meniadakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus dan memutus mata rantai penularan Covid-19.

Ketua Yayasan Masjid Agung Ar-Raudlah Muhammad Zubaidi mengatakan, keputusan itu diambil setelah takmir masjid mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah pihak, Rabu (20/5) malam. Yaitu, Koordinator Gugus Tugas Sosialisasi dan Edukasi Kabupaten Probolinggo, Forkopimka Kraksaan, dan instansi terkait di Kabupaten Probolinggo.

Saat itu diputuskan agar salat Id digelar di rumah. Salah satu pertimbangannya karena Kecamatan Kraksaan, terutama Kelurahan Patokan masuk zona merah penyebaran virus korona.

Itu, berdasakan data sebaran Covid terbaru yang mencapai 75 orang positif. “Kelurahan Patokan ini sudah masuk zona merah. Dan Masjid Agung ada di Kelurahan Patokan,” ungkapnya.

Dan yang juga jadi pertimbangan, menurutnya, Surat Keputusan Masjid Agung Ar-Raudlah Nomor 63 tentang Peniadaan Salat Tarawih dan Salat Jumat di jalur pantura. Surat itu menurut Zubaidi, masih berlaku karena belum dicabut.

“Juga karena pertimbangan meningkatnya pasien positif korona dan meningkatnya warga yang reaktif rapid test di Kabupaten Probolinggo. Ini sesuai informasi dari satgas,” jelasnya.

“Untuk salat lima waktu tetap kami lakukan. Nantinya kami akan meminta bantuan kepada Kominfo untuk menyampaikan woro-woro kepada masyarakat bahwa Masjid Agung Ar-Raudlah tidak menggelar Salat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah,” terangnya. (rpd/sid/hn)