Waduh, Tiga Bayi Ikut Terjaring saat Satpol PP Razia Gepeng dan Anjal

PANDAAN, Radar Bromo – Sepuluh orang berhasil dijaring Satpol PP saat menggelar razia, Selasa (21/1). Yang bikin miris, dari sepuluh yang terjaring, tiga di antaranya adalah bayi. Mereka diduga diajak untuk ikut mengemis.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, razia itu digelar sekitar pukul 11.45. Lokasi yang diambil adalah simpang empat traffic light (TL) Taman Dayu, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. Di titik tersebut, razia digelar dari arah keluar gerbang tol Pandaan, Bypass, juga dari kota arah ke Malang.

Sesampainya di lokasi, petugas penegak perda berpakaian preman turun dari mobil dan motor. Langsung mendatangi para anjal dan gepeng tersebut. Sejurus kemudian disusul petugas lainnya berseragam dinas.

DIANGKUT: Anjal dan gepeng berhasil terjaring razia Satpol PP di simpang empat Taman Dayu, Desa Karangjati, Kelurahan Pandaan. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Alhasil, dengan mudah para anjal dan gepeng sedang beraksi di simpang empat tersebut diamankan. Mereka tak sempat untuk melarikan diri dari kejaran petugas.

“Total ada 10 orang anjal dan gepeng yang terjaring razia, juga tiga bayi ikut serta digendong oleh ibunya,” kata Sulhi, Plt kasi dalops Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan.

Setelah berhasil diamankan petugas, selanjutnya 10 orang tersebut beserta tiga bayinya dibawa dengan mobil patroli. Selanjutnya, petugas bergeser ke Mako Satpol PP di Raci, untuk didata. Setelah itu, baru membawanya ke Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan untuk proses pembinaan lebih lanjut.

“Razia ini sengaja kami tempuh karena keberadaan para gepeng dan anjal tersebut seringkali meresahkan pengguna jalan,” katanya.

Hasil pendataan petugas, kata Sulhi, anjal dan gepeng terjaring razia berasal dari sekitar kabupaten setempat. Di antaranya Kecamatan Beji dan Pandaan.

“Giat serupa tetap kami gelar secara rutin dan berkala. Tidak hanya di Pandaan, tapi juga ke kecamatan lain di kabupaten ini,” tuturnya. (zal/fun)