Tuntutan Belum Siap, Sidang Kasus Ijazah Palsu Anggota Dewan Ditunda Lagi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sidang lanjutan kasus ijazah palsu yang menyandung Abdul Kadir dengan agenda tuntutan, Selasa (21/1) kembali ditunda. Kali ini alasan penundaan karena menunggu tembusan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati).

Hal itu diutarakan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo Ardian Junaedi. Menurutnya, penundaan sidang sama seperti sebelumnya. Bedanya, untuk Selasa (21/1) itu menunggu tuntutan dari Kejati.

“Kami menunggu dari Kejati. Sebab, yang membuat tuntutan itu Kejati, bukan dari kami,” katanya.

Sebelumnya, sidang tuntutan juga ditunda. Ardian, sapaan akrabnya beralasan penundaan itu karena pihaknya belum siap membuat tuntutan. Selain itu, karena kasus yang ditangani itu kasus yang menyita perhatian publik, maka pihaknya harus membuat laporan kepada Kejati.

“Semoga saja cepat turun. Kami tidak bisa memastikan. Tetapi, semoga saja cepat turun dan segera bisa disidangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Hosnan Taufiq, penasihat hukum terdakwa Abdul Kadir mengatakan, penundaan tersebut pihaknya tidak ada masalah. Perihal penundaan adalah hak majelis hakim. “Kami tidak ada masalah. Tunggu saja nanti seperti apa,” tandasnya.

Di sisi lain, penundaan karena belum turunnya tuntutan dari Kejati itu juga diutarakan oleh Humas Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Yudistira. Menurutnya, sidang kembali ditunda dan akan digelar pada Kamis (23/1) besok. “Tuntutannya dari Kejati belum turun. Ditunda nanti Kamis,” tandasnya. (sid/fun)