Petani Mulai Kesulitan Cari Pupuk setelah Alokasi Berkurang

BIAR SUBUR: Petani di Krucil menebar pupuk di lahan taninya. Belakangan petani di Kabupaten Probolinggo mulai kesulitan mencari pupuk bersubsidi. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo – Berkurangnya stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Probolinggo, mulai dirasakan para petani. Belakangan, para petani mulai kesulitan mencari pupuk. Padahal, awal tahun 2020 ini yang menjadi periode musim hujan, masuk pada musim tanam.

Sulitnya petani mendapatkan pupuk tersebut salah satunya diungkapkan Muhammad Husen, salah satu petani padi asal Desa Betek Taman, Krucil. Beberapa pekan ini dia mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. Dia pun harus mencari keluar desa untuk mendapatkan pupuk.

“Pupuk sekarang sulit. Saya heran, padahal saya kan mau beli. Sampai-sampai, saya harus mencari pupuk keluar desa. Sebab, kalau di wilayah sendiri jarang kebagian pupuk di kios-kios pupuk terdekat. Sulitnya pas masuk pada musim tanam,” ujarnya.

Senada juga diungkap Aqiqurrahman, salah satu petani asal Desa Prasi, Kecamatan Gading. Saat hendak membeli di kios pupuk yang ada di sekitar rumahnya, dirinya tidak pernah kebagian. Sehingga, Aqiqurrahman harus mencari di luar wilayahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo melalui Kabid Sarana Prasarana Bambang Suprayitno mengatakan, berkurangnya alokasi pupuk itu memang terjadi dari pemerintah. Ini, sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Nomor 521.1/138/110.2/2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Jatim tahun anggaran 2020 tertanggal 8 Januari 2020.

Meski demikian, Bambang sapaan akrabnya mengatakan, masih ada solusi dalam pemenuhan kebutuhan pupuk untuk petani. Caranya, dengan memfungsikan dana cadangan saat stok pupuk sudah diserap sekurangnya dari 75 persen.

“Lebih pentingnya, alokasi pupuk akan dilakukan sesuai dengan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Sehingga, para petani yang belum terdaftar di e-RDKK cepat mendaftar. Bila sudah terdaftar, apabila akan melangsungkan penanaman, maka akan bisa langsung menerima pupuk,” ujarnya.

Pengurangan itu terjadi pada semua jenis pupuk bersubsidi. Pada tahun 2020 pupuk subsidi yang turun ke DKPP di antaranya, Urea sebanyak 22.400 ton, ZA sebanyak 7.351 ton, SP-36 sebanyak 1.763 ton, NPK sebanyak 8.524 ton, dan Organik sebanyak 839 ton. (mg1/fun)