Kecelakaan Kerja saat Bongkar Muat di Gudang PT AFU, Sopir Tewas  

MAYANGAN, Radar BromoAngka kecelakaan kerja di Kota Probolinggo terus bertambah di awal tahun 2020. Usai terjadi kecelakaan kerja di PT BFI yang membuat tangan karyawan terluka. Serta di PT KTI yang merenggut korban jiwa, kecelakaan korban merenggut korban jiwa kembali terjadi.

Kali ini terjadi saat aktivitas bongkar muat pasir silika di PT AFU (Amak Firdaus Utomo). Ahmad Mansur, 61, karyawan setempat pun akhirnya meninggal.

Kanit Reskrim Polsek Mayangan, Iptu Mugi mengatakan, kecelakaan itu diduga terjadi karena kelalaian korban. Warga Dusun Sudan, RT 1/RW 2, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jateng, itu tidak konsentrasi saat bongkar muat.

Peristiwa itu sendiri terjadi Selasa (21/1) sore di gudang pasir PT AFU, Jalan Anggrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Korban adalah sopir dump truck nopol L 9905 UW dari PT Sekar Tanjung Barokah (PT STB) di Jawa Tengah.

Sekitar pukul 17.55, korban melakukan aktivitas bongkar muat. Dump truck milik perusahaannya yang merupakan suplyer menurunkan pasir silika di gudang PT AFU. Yaitu, bahan baku yang digunakan untuk membuat batu bata ringan.

Korban berada di ruang kemudi dan menurunkan bak dump truck yang menggunakan sistem hidrolik. Saat menurunkan muatan, diduga posisi bak terlalu tegak lurus. Sehingga, hidrolik tidak kuat menahan beban dan rusak.

Bak truk pun langsung mental. Semua isi material di bak, tumpah. Setelah material tumpah, truk yang dalam kondisi tanpa muatan, terhempas ke posisi awal atau ke depan.

Saat terhempas ke posisi awal itulah, korban yang ada di ruang kemudi, diduga terbentur setir. Bagian kepalanya terbentur dan menyebabkan terluka parah.

“Diperkirakan sopir lalai dan kurang konsentrasi karena kelelahan. Sehingga, saat mengoperasikan pegas hidrolik terlalu cepat. Akibat hidrolik rusak dan mental. Sementara korban yang berada di kabin kemudi terbentur setir,” terang Kanit Reskrim saat mendampingi kapolsek.

Diduga juga, dump truck kelebihan muatan. “Sehingga, saat bongkar muat dilakukan, bak truk mental,” tambah Kanit Reskrim.

Setelah kejadian itu, menurut Kanit Reskrim, para karyawan PT AFU yang ada di gudang langsung membantu korban. Saat itu korban tidak sadarkan diri. Sementara dari kepala dan hidungnya keluar darah.

“Jadi ada pendarahan di kepala dan hidungnya. Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong,” tuturnya.

Polsek Mayangan langsung tiba di lokasi kejadian. Sejumlah saksi diperiksa untuk dimintai keterangan, hari itu juga. Dari pemeriksaan saksi itulah diketahui kecelakaan terjadi diduga karena kelalaian korban sendiri.

A.A.A Rudiyanto, salah satu jajaran manajemen di PT AFU menyebut, kecelakaan yang terjadi itu murni karena human error. “Kalau itu sepenuhnya murni human error,” terangnya.

Menurutnya, bak dump truck terlalu membuka saat bongkar muat dilakukan. Akibatnya, kabin depan ikut terangkat tinggi.

Lalu setelah bak kosong, dump truck terhempar dengan keras ke depan. Sehingga, sopir yang tidak memakai safety belt, ikut terhempas di ruang kemudi.

“Mungkin sopir membentur setir kendaraannya,” pungkas mantan anggota DPRD Kota Probolinggo periode 2014-2019 itu. (rpd/hn)