alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Puting Beliung Terjang 3 Desa di Gending, Rumah Rusak-Bocah Tertimpa Seng

GENDING-Bencana angin puting beliung memporak porandakan sejumlah desa di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Selasa petang (22/1). Akibatnya, puluhan rumah rusak, dan pohon tumbang.

Bahkan, satu anak usia 9 tahun harus dilarikan ke Puskesmas Gending. Pasalnya, kakinya terluka akibat terkena atap seng warung yang ambruk.

Informasi yang dihimpun radarbromo.co.id menyebutkan, puting beliung itu terjadi sekitar pukul 17.10. Salah satu desa yang disapu puting beliung adalah Desa Pesisir Gending. Tepatnya di Dusun Krajan RT 1/RW 1.

Kepala Desa (Kades) Pesisir, Sanemo mengatakan, kejadian itu sangat cepat. Hanya dalam hitungan menit, puluhan rumah rusak, pohon roboh dan bangunan lainnya ambruk akibat dihantam angin puting beliung. “Tidak ada korban jiwa. Hanya ada anak perempuan nama Anisa, yang ada di warung ama neneknya luka di bagian kaki. Karena terkena seng atap warung yang ambruk,” katanya.

Kades menambahkan, ada sejumlah desa lainnya yang terkena puting beliung. Untuk di desanya sendiri, puting beliung menghantam di Dusun Krajan. Ada warung ambruk, musala rusak, kandang ternak ambruk, puluhan rumah rusak.

“Ada sekjyar 25 rumah lebih yang rusak ringan. Warung ambruk total, kandang ternak bebe rusak berat. Kalau pohon roboh, sangat banyak,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo mengaku sudah memonitor bencana angin puting beliung yang terjadi di sejumlah desa di Gending. Hingga Selasa malam (22/1), pihaknya masih melakukan pengecekan, pendataan dari dampak puting beliung.

“Untuk sementara ada tiga desa yang terkena angin puting beliung. Desa pesisir, Brumbungan Lor dan Bulang,” katanya.

Hingga saat ini dikatakan Anggit, poiajnya masih fokus pada evakuasi dan penanganan awal pasca bencana.

Info awal, rumah rusak paling banyak di Desa Pesisir dan Brumbungan Lor. Kalau Bulang, hanya pohon roboh di jalan. “Kami juga siap kirim terpal atau tenda malam ini juga jika ada warga yang memhutuhkan. Karena banyak atap rumahnya rusak,” ujarnya. (mas/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pakai Huruf Pegon, Kiai Nawawi Tulis Maklumat Dukung Gus Ipul

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri K.H. Nawawi Abdul Djalil mengeluarkan maklumat terkait Pilwali Pasuruan 2020.

Pendaftar Anugerah Kampung Hebat Membeludak

Antusiasme Rukun Tetangga (RT) di Kota Pasuruan, mengikuti Anugerah Kampung Hebat Tahun 2020, sangat terasa.

Karena Sukai Istri Korban, Tersangka Mau Bantu Gorok Leher Suami

Andik mau jadi eksekutor bukan hanya karena diminta oleh istri korban. Lebih dari itu, tersangka Andik memiliki perasaan suka pada Silvia.

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.