Pelaku Pembunuhan Keji di Wonorejo Sempat Pingsan, Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

BANGIL – Setelah menetapkan ketiga pelaku sebagai tersangka. Kepolisian juga mengamankan berbagai barang bukti terkait aksi pembunuhan dan pembakaran ini. Yaitu, motor Suzuki Smash milik Sya’roni, Yamaha Mio milik M. Dhofir, Honda Beat milik Zainudin, 4 tali tampar dan ban sepeda, botol air mineral, sisa minuman teh, pecahan botol beling, 4 gelas bekas tempat minum, satu bungkus yang berisi serbuk potasium, potongan bambu, pecahan botol bekas berisi bensin, pakaian korban, 2 sandal milik korban, dan 1 buah gergaji.

TERNYATA MURIDNYA: Jenazah Sya’roni dan Imam Sya’roni, saat hendak dievakuasi. Kedua korban yang dibunuh dengan keji ternyata murid dari pelaku. (Istimewa)

Dari hasil penyelidikan tersebut, Kepolisian menetapkan M. Dhofir sebagai pelaku utama dan otak pembunuhan terencana. Dia dikenai pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Sedangkan Nanik Purwanti dan Zainudin dikenai pasal 55 dan 56 KUHP lantaran ikut membantu melakukan tindak pidana pembunuhan.

Dalam rilis yang dilakukan Polres Pasuruan, pelaku yaitu M. Dhofir sempat pingsan saat dimintai keterangan. Dia terjatuh dan tergeletak di tempat rilis. Akhirnya pelaku digotong ke dalam oleh petugas kepolisian. Dhofir pun hanya bisa pasrah saat dia dikembalikan ke sel tahanan.

Di sisi lain, Nanik Purwanti mengaku menyesal ikut dalam aksi kejahatan yang dilakuan suaminya. “Saya hanya ikut menyeret korban keluar rumah saja. Tapi, kalau siapa yang naruh racun, saya tidak tahu dan menyesal ikut serta dalam perbuatan ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Dusun Krajan, Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (20/1) pagi dihebohkan dengan penemuan dua lelaki yang ditemukan tewas terbakar. Bahkan, kedua leher korban diikat menjadi satu menggunakan tali berbahan karet ban bekas.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Nurul Huda, warga RT 2/RW 2 yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Sekitar pukul 02.30, Nurul Huda terbangun dari tidurnya lantaran mendengar suara berisik. Saat ditelusuri, suara tersebut bersumber dari depan rumahnya. (eka/fun)