Jasamarga Aktif Pantau Tebing Tol Gempan selama Intensitas Hujan Tinggi

PERLU DIWASPADAI: Lokasi tebing tol Gempan yang pernah ambrol. Tebing yang berlokasi di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, ini sudah tuntas dibenahi akhir 2018 silam. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GEMPOL – Hujan turun dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian PT Jasamarga Pandaan Tol. Investor sekaligus pengelola tol Gempol–Pandaan (Gempan) tersebut kini aktif memantau tebing tol yang ada di jalur tersebut.

Ini, lantaran tebing yang ada di Km 52, tepatnya di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, rawan ambrol. Apalagi di akhir 2015 lalu, tebing tol yang ada di sisi sebelah timur, pernah mengalami longsor atau ambrol.

Meski di tahun 2018 akhirnya tuntas diperbaiki, tebing tersebut masih berpotensi longsor. Hal itulah yang membuat PT Jasamarga Pandaan Tol terus aktif memantau.

“Tebing tolnya di Randupitu sejauh ini aman, meskipun di lokasi hampir tiap harinya diguyur hujan,” beber Sumantri, manajer aset dan lalin di PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT).

Lebih lanjut ia sebutkan, pada tinggi tebing yang pernah longsor, tingginya sekitar 15 meter dan lebarnya 20 meter. Tebing itu diperbaiki dengan metode borpile dan proses perbaikan memakan waktu sekitar tujuh bulan.

Usai diperbaiki, Jasamarga Pandaan Tol meyakini tebing lebih kuat dari sisi konstruksinya sebagai penahan. Begitu pula di bagian permukaan atasnya. Terdapat bak kontrol penampung air serta saluran air pembuang.

Baik bak kontrol penampung air dan saluran air pembuang, kata Sumantri, baru dibangun. Bersamaan dengan pekerjaan borpile. “Tiap harinya untuk tebing terus kami pantau, utamanya saat hujan turun. Tak hanya di bawah atau ruas jalan tol saja. Tapi juga ada petugas kami tempatkan di atas untuk memantau kerja dari bak kontrol penampung air dan saluran air pembuang,” cetusnya. (zal/fun)