Radar Bromo

Sehari, Dua Warga Tewas Ditabrak KA di Perlintasan tanpa Palang Pintu

PASURUAN, Radar Bromo – Dua kecelakaan dengan melibatkan kereta api (KA) terjadi sepanjang Sabtu (21/12) di Pasuruan. Pukul 08.15, sebuah mobil Suzuki APV ditabrak KA di Rejoso. Lalu pukul 16.00, sebuah motor Honda GL ditabrak KA di Purwodadi.

Dua korban meninggal dunia dalam dua kecelakaan itu. Yaitu, Nizar, 58, warga Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Dan Sudirman, 60, warga Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Korban Nizar mengalami petaka lebih dulu di perlintasan KA di Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso. Sebelum kecelakaan, pagi itu, korban Nizar hendak pulang ke rumahnya di Desa Toyaning. Dia mengendarai mobil Suzuki APV Nopol N 1239 WI warna abu-abu.

Ia mengemudikan mobilnya dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang. Saat tiba di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Patuguran, korban Nizar langsung melajukan kendaraannya melewati perlintasan setempat.

Saat itulah, dari arah timur datang KA 300 Logawa lokomotif CC 2040304 jurusan Banyuwangi Surabaya yang dimasinisi oleh Evin. Masinis sempat membunyikan klakson agar korban Nizar segera menghindar.

Namun, Nizar tetap melajukan mobilnya. Akibatnya, tabrakan pun tidak terhindarkan. Bodi mobil Suzuki APV ditabrak bagian depan KA yang melaju ke arah barat.

Bodi mobil pun terlempar sejauh 50 meter ke selatan dari arah perlintasan KA setempat. Dan korban tewas di lokasi setempat dengan pendarahan pada kedua telinga, hidung dan mulut. Jenazahnya langsung dibawa ke ruang pemulasaran RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan.

Sementara, mobil yang dikemudikannya pesok pada bodi samping sebelah kiri dan kaca depan remuk. Mobil milik korban ini langsung dibawa dan diamankan ke tempat penyimpanan barang bukti (BB) di Kecamatan Rejoso.

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Ahmad Jayadi mengungkapkan, diduga penyebab kecelakaan karena korban kurang memperhatikan situasi di perlintasan KA tanpa palang pintu tersebut. Sehingga ia pun tertabrak oleh KA dari arah barat.

“Penyebab kecelakaan diduga karena pengendara mobil kurang berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api. Kerugian materiil (kermat) diperkirakan Rp 5 juta,”sebutnya.

Di hari yang sama, pukul 16.00, korban Sudirman meninggal setelah dihantam KA di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Petaka itu terjadi ketika kawasan setempat diguyur hujan.

Korban saat itu mengendarai motor Honda GL nopol N 5077 TW dengan mengenakan jas hujan. Dia melintas dari arah Desa Jatisari menuju Desa Sentul.

Sementara, sebuah KA pengangkut BBM nomor lokomotif CC 2061356 dengan masinis Luluk Khoiri melaju dari arah selatan. Kuat diduga korban tak mengetahui adanya KA yang melintas. Sebab, kondisi tengah hujan. Akibatnya, korban tertabrak KA saat melintas di rel tersebut.

Setelah tertabrak, motor korban terpental ke tepi rel. Sedangkan korban jatuh tersungkur ke dasar sungai yang berada di dekat perlintasan itu. Nyawanya pun tak tertolong. Korban tewas seketika di lokasi kejadian.

“Korban mengalami luka pada kepala, patah tulang pada tangan kanan dan kaki kanan patah,” kata Kapolsek Purwodadi AKP Sumarno.

Pihaknya menduga korban tak menyadari adanya KA yang melintas. Selain deru suara KA yang tak terdengar lantaran bersamaan dengan hujan, kondisi perlintasan juga tanpa palang pintu. (riz/tom/hn)