alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Pelebaran Simpang Empat Kebonagung Tak Bisa Dilakukan Tahun Depan

PASURUAN, Radar Bromo – Rencana pelebaran perempatan Kebonagung, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, yang mengarah ke Kota Surabaya terus dimatangkan. Namun, Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII memastikan pelebaran ruas jalan nasional ini tidak akan dilakukan tahun depan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol Pasuruan Probolinggo Rudy Napitupulu mengungkapkan keinginan untuk melebarkan perempatan Kebonagung masih ada. Pihaknya ingin melebarkan sisi barat Kebonagung.

Rudy -sapaan akrabnya- menjelaskan, Balai Besar sudah mulai mengajukan pelebaran sejak 2018 lalu. Namun, pengajuan ini belum mendapatkan jawaban dari pusat. Karena itu, pelebaran simpang empat Kebonagung ini tidak akan dilakukan untuk tahun 2020 mendatang.

“Kami sudah mengajukan untuk tahun 2020. Cuma ternyata tidak turun. Jadi, kami pastikan tahun depan pelebaran ini belum bisa dilakukan,” ungkapnya.

Pria asal Kota Medan, Sumatera Utara, ini mengaku rencana pelebaran nantinya tidak mengalami perubahan. Pelebaran bakal dilakukan dari persimpangan ke arah barat menuju exit tol Bukir. Panjang areal yang dilebarkan mencapai 800 meter. Sementara, areal yang perlu dibebaskan sepanjang 400 meter.

Menurutnya, pelebaran ini perlu dilakukan. Sebab, simpang empat Kebonagung kerap macet. Utamanya, pada jam-jam sibuk seperti pada pagi dan siang hari. Kondisi ini tidak terlepas keberadaan exit Tol di Kelurahan Bukir, sehingga intensitas kendaraan semakin padat.

“Kami akan terus mengajukan ini setiap tahun. Cuma memang butuh anggaran besar. Sebab, perkiraan luas areal yang perlu dibebaskan itu sekitar 6.000 meter persegi,” pungkas Rudy. (riz/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Rencana pelebaran perempatan Kebonagung, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, yang mengarah ke Kota Surabaya terus dimatangkan. Namun, Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII memastikan pelebaran ruas jalan nasional ini tidak akan dilakukan tahun depan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol Pasuruan Probolinggo Rudy Napitupulu mengungkapkan keinginan untuk melebarkan perempatan Kebonagung masih ada. Pihaknya ingin melebarkan sisi barat Kebonagung.

Rudy -sapaan akrabnya- menjelaskan, Balai Besar sudah mulai mengajukan pelebaran sejak 2018 lalu. Namun, pengajuan ini belum mendapatkan jawaban dari pusat. Karena itu, pelebaran simpang empat Kebonagung ini tidak akan dilakukan untuk tahun 2020 mendatang.

“Kami sudah mengajukan untuk tahun 2020. Cuma ternyata tidak turun. Jadi, kami pastikan tahun depan pelebaran ini belum bisa dilakukan,” ungkapnya.

Pria asal Kota Medan, Sumatera Utara, ini mengaku rencana pelebaran nantinya tidak mengalami perubahan. Pelebaran bakal dilakukan dari persimpangan ke arah barat menuju exit tol Bukir. Panjang areal yang dilebarkan mencapai 800 meter. Sementara, areal yang perlu dibebaskan sepanjang 400 meter.

Menurutnya, pelebaran ini perlu dilakukan. Sebab, simpang empat Kebonagung kerap macet. Utamanya, pada jam-jam sibuk seperti pada pagi dan siang hari. Kondisi ini tidak terlepas keberadaan exit Tol di Kelurahan Bukir, sehingga intensitas kendaraan semakin padat.

“Kami akan terus mengajukan ini setiap tahun. Cuma memang butuh anggaran besar. Sebab, perkiraan luas areal yang perlu dibebaskan itu sekitar 6.000 meter persegi,” pungkas Rudy. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/