alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Penghujan Datang, BPBD Perhatikan Wilayah Rejoso-Grati

PASURUAN, Radar Bromo – Mendekati musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mulai siap siaga. BPBD rutin memberikan pengarahan pada masyarakat untuk tanggap bencana.

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan pihaknya lebih menekankan kepada pemberdayaan masyarakat untuk tanggap dan tangguh menghadapi bencana. Ini, dilakukan melalui kegiatan sosialisasi rutin setiap bulan.

Dalam sosialisasi itu, BPBD memberikan langkah antisipasi bencana dan latihan pada relawan dan pembinaan di satuan pendidikan. Ini, dilakukan agar mereka memahami pengurangan risiko bencana. “Jadi, saat bencana terjadi, mereka memahami hal yang harus dilakukan apa. Jika ada yang sakit bagaimana. Seperti itu,” ujarnya.

Bakti menjelaskan, untuk yang sifatnya fisik, seperti tanggul, pintu air, dan sebagainya, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang (SDA-TR) dan Dinas Pengairan Provinsi Jatim. Ini berkaitan dengan pemeliharaan dan pemantauannya.

Seperti pembersihan di jalur Sungai Betotot Grati yang sudah dilakukan pada awal bulan lalu. Ataupun pembenahan tanggul yang merupakan kewenangan provinsi karena Kali Grati dan Rejoso ini masuk wilayah Provinsi. “Wilayah Rejoso dan Grati ini sangat rawan terjadi bencana banjir saat musim hujan. Langkah antisipasi maupun preventif lebih diutamakan,” ujar Bakti. (riz/rud/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Mendekati musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mulai siap siaga. BPBD rutin memberikan pengarahan pada masyarakat untuk tanggap bencana.

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan pihaknya lebih menekankan kepada pemberdayaan masyarakat untuk tanggap dan tangguh menghadapi bencana. Ini, dilakukan melalui kegiatan sosialisasi rutin setiap bulan.

Dalam sosialisasi itu, BPBD memberikan langkah antisipasi bencana dan latihan pada relawan dan pembinaan di satuan pendidikan. Ini, dilakukan agar mereka memahami pengurangan risiko bencana. “Jadi, saat bencana terjadi, mereka memahami hal yang harus dilakukan apa. Jika ada yang sakit bagaimana. Seperti itu,” ujarnya.

Bakti menjelaskan, untuk yang sifatnya fisik, seperti tanggul, pintu air, dan sebagainya, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang (SDA-TR) dan Dinas Pengairan Provinsi Jatim. Ini berkaitan dengan pemeliharaan dan pemantauannya.

Seperti pembersihan di jalur Sungai Betotot Grati yang sudah dilakukan pada awal bulan lalu. Ataupun pembenahan tanggul yang merupakan kewenangan provinsi karena Kali Grati dan Rejoso ini masuk wilayah Provinsi. “Wilayah Rejoso dan Grati ini sangat rawan terjadi bencana banjir saat musim hujan. Langkah antisipasi maupun preventif lebih diutamakan,” ujar Bakti. (riz/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/