Murahnya Harga Semangka di Probolinggo saat Panen Raya, Sepuluh Ribu Udah Dapat Segini

MELIMPAH: Penjual semangka di kawasan Kraksaan saat menunggu pembeli. Panen raya membuat semangka kini menjadi murah. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Memasuki musim hujan seperi sekarang, petani semangka di Kabupaten Probolinggo waktunya panen raya. Saat panen raya, petani semangka justru merasa hasil lahannya anjlok di pasaran. Harga semangka pun murah.

Tilik saja saat Jawa Pos Radar Bromo menjumpai Adi M Sholihin. Salah satu penjual semangka di pinggir jalan di Kelurahan Bulu, Kecamatan Kraksaan. Dia mengatakan, harga buah semangka kini turun. “Saya Jual buah semangka inul berukururan seperti anak bayi itu Rp10.000 untuk 4 biji. Harga itu mengikuti harga pasokan yang memang murah,” ujarnya

Sebelumnya, penjual semangka ini mengambil barangnya ke petani sebanyak 3 ton, dengan harga Rp 600.000. “Saya ambil semangka ini dari petani yang berada di Desa Rondokuning dengan harga yang murah,” ujarnya.

Sholihin, sapaannya mengatakan, harga semangka ini sudah anjlok sejak panen raya yang dilakukan November di Kabupaten Probolinggo. “Puluhan hektare lahan petani yang panen semangka. Salah satunya di Kecamatan Kraksaan, seperti Kelurahan Patokan, Asembagus, dan juga di Kecamatan Pajarakan juga banyak,” ujarnya.

Panen yang berbarengan itu, kata Sholihin, juga tidak hanya terjadi di Kabupaten Probolinggo. “Semangka Probolinggo sudah pernah dibawa ke Surabaya dan daerah lainnya. Tapi, daerah luar sudah tidak ada yang ngambil karena di daerahnya, semangka juga melimpah,” ujarnya.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo melalui Kabid Penyuluh Pertanian Yahyadi mengatakan, menurunnya harga itu bisa disebabkan karena petani menanam semangka bersamaan. “Sudah menjadi tradisi patani, kalau sudah panen kedua biasanya akan ditanam buah-buahan, seperti melon atau blewah. Kebetulan sekarang banyak yang memanen semangka,” ujarnya.

Yahyadi juga membenarkan, panen raya tidak hanya terjadi di Kabupaten Probolinggo. “Untuk itulah petani diimbau setidaknya mengerti musim di daerah luar. Itu, berguna agar barang yang diproduksi tidak banyak di daerah sendiri,” ujarnya. (mg1/fun)