Perlu Jaga Inflasi agar Harga Tetap Stabil

KANIGARAN, Radar Bromo – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Cabang Malang mengingatkan pentingnya menjaga inflasi Kota Probolinggo tetap stabil. Tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi karena akan merugikan masyarakat.

Manajer Perwakilan BI Malang Siti Senorita Pritaningrum mengatakan, inflasi yang terlalu rendah akan merugikan petani. Contohnya, Probolinggo adalah penghasil bawang merah. Jika harganya hanya Rp 5.000 per kilogram, jelas akan memberatkan petani. “Jika angka inflasi terlalu tinggi, akan memberatkan masyarakat karena harga-harga mahal. Jadi, sebaiknya inflasi itu stabil,” ujarnya.

Siti mengatakan, dalam tiga tahun terakhir pada September, Kota probolinggo mengalami deflasi. Hal ini tidak lepas dari situasi ekonomi Kota Probolinggo. “Seperti mulai adanya panen cabai rawit yang membuat harga cabai rawit pada Agustus lalu tinggi, kemudian turun,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengendalikan inflasi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Seperti mengendalikan harga bahan makanan. Salah satunya melalui pemantauan harga-harga di pasar yang selama ini telah dilakukan dinas terkait. “Tapi, ada juga kebijakan yang tidak bisa dikendalikan. Seperti kebijakan pemerintah tidak bisa dikendalikan. Begitu juga komoditas yang bersifat global, seperti emas,” ujarnya.

BI juga melihat kecenderungan harga emas perhiasan mengalami kenaikan harga yang signifikan. Hal ini tidak lepas karena investor melihat kondisi ekonomi belum stabil. “Sehingga, sebagian investor mengalihkan portofolionya ke emas,” ujarnya. (put/fun)