alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Digunakan Jadi Warung Mi, Rumah Dinas Pelindo Disoal

KANIGARAN, Radar Bromo – Rumah dinas PT Pelindo, di Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, jadi perhatian warga. Sebab, rumah di Jalan Cokroaminoto itu beralih fungsi menjadi warung.

Warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, SW Djando Gadohoka menyayangkan beralihfungsinya rumah dinas itu menjadi warung. Katanya, pengalihan fungsi itu menyalahi aturan meski Pelindo III sudah mengantongi izin dari Direksi Pelindo Pusat.

Menurutnya, ada aturan yang tidak memperbolehkan. Berupa UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan. Apalagi, kata Djando, antara Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) dengan Pelindo, belum ada konsesi. Sepengetahuannya, sertifikat tanahnya milik Departemen Perhubungan EQ Dirjen Perhubungan Laut. Dengan demikian, lahan berikut rumah di atasnya masih kewenangan KSOP.

“Harus ada konsesi dulu. Kerena lahan dan bangunan di atasnya masih milik Dirjen Perhubungan Laut. Kalau di daerah dilimpahkan ke KSOP. Ini belum ada konsesi kok malah disewakan,” ujarnya.

Djando berharap Pelindo mengembalikan fungsinya. Ia juga mempertanyakan uang sewa yang diharapkan disetorkan ke kas negara. “Pertanyaannya, uang sewanya lari ke mana. Itu harus jelas. Kalau siapa yang ngontrak, kami tidak tahu,” ujarnya.

Mendapati itu, Manajer Terminal PT Pelindo III Surabaya Cabang Probolinggo Noto Kurniawan menegaskan lahan dan bangunan yang disewakan itu hak guna bangunan PT Pelindo. Karenanya, fungsi dan peruntukannya menjadi hak Pelindo.

“Pak Djando ini siapa? Apakah dia merasa dirugikan dan kerugiannya di mana? Terus terang lahan dan bangunan itu dimanfaatkan pihak ketiga. Dan itu boleh. Sebab, hak pakai dan guna bangunannya ada di Pelindo,” ujarnya.

Selain itu, kata Noto, izin mulai dari kantor cabang ke regional hingga ke pusat telah turun. Izin dari direksi juga sudah dikantongi, sehingga tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Soal uang sewa, Noto mengatakan disetor atau masuk ke Pellindo. “Uang sewa masuk ke Pelindo. Mau dibuat apa, kami tidak tahu. Pelindo yang tahu,” ujarnya. (rpd/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Rumah dinas PT Pelindo, di Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, jadi perhatian warga. Sebab, rumah di Jalan Cokroaminoto itu beralih fungsi menjadi warung.

Warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, SW Djando Gadohoka menyayangkan beralihfungsinya rumah dinas itu menjadi warung. Katanya, pengalihan fungsi itu menyalahi aturan meski Pelindo III sudah mengantongi izin dari Direksi Pelindo Pusat.

Menurutnya, ada aturan yang tidak memperbolehkan. Berupa UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan. Apalagi, kata Djando, antara Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) dengan Pelindo, belum ada konsesi. Sepengetahuannya, sertifikat tanahnya milik Departemen Perhubungan EQ Dirjen Perhubungan Laut. Dengan demikian, lahan berikut rumah di atasnya masih kewenangan KSOP.

“Harus ada konsesi dulu. Kerena lahan dan bangunan di atasnya masih milik Dirjen Perhubungan Laut. Kalau di daerah dilimpahkan ke KSOP. Ini belum ada konsesi kok malah disewakan,” ujarnya.

Djando berharap Pelindo mengembalikan fungsinya. Ia juga mempertanyakan uang sewa yang diharapkan disetorkan ke kas negara. “Pertanyaannya, uang sewanya lari ke mana. Itu harus jelas. Kalau siapa yang ngontrak, kami tidak tahu,” ujarnya.

Mendapati itu, Manajer Terminal PT Pelindo III Surabaya Cabang Probolinggo Noto Kurniawan menegaskan lahan dan bangunan yang disewakan itu hak guna bangunan PT Pelindo. Karenanya, fungsi dan peruntukannya menjadi hak Pelindo.

“Pak Djando ini siapa? Apakah dia merasa dirugikan dan kerugiannya di mana? Terus terang lahan dan bangunan itu dimanfaatkan pihak ketiga. Dan itu boleh. Sebab, hak pakai dan guna bangunannya ada di Pelindo,” ujarnya.

Selain itu, kata Noto, izin mulai dari kantor cabang ke regional hingga ke pusat telah turun. Izin dari direksi juga sudah dikantongi, sehingga tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Soal uang sewa, Noto mengatakan disetor atau masuk ke Pellindo. “Uang sewa masuk ke Pelindo. Mau dibuat apa, kami tidak tahu. Pelindo yang tahu,” ujarnya. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/