alexametrics
27 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Pembatasan Jam Operasional Pasar Tradisional Tak Diterapkan Lagi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Meski kembali berstatus zona merah Covid-19, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo tak akan lagi memberlakukan pembatasan jam operasional pasar. Padahal, kebijakan tersebut sebelumnya sempat diambil dan baru diakhiri pada Agustus lalu.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami mengatakan, pembatasan jam operasional pasar memang salah satu opsi untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, dengan sudah terbiasanya masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes), maka pihaknya memutuskan tidak akan mengambil kebijakan tersebut kembali.

“Sudah beberapa kali kami turun ke lapangan. Hasilnya, masyrakat sudah terbiasa menerapkan protokol kesehatan. Jadi, opsi untuk kembali memberlakukan jam operasional tidak kami ambil lagi,” ujarnya.

ia menambahkan, pihaknya mengambil langkah tersebut dimaksudkan agar perekonomian masyarakat tetap berjalan. Sehingga ke depannya para pedagang bisa berjualan seperti semula, namun tetap dengan penerapan protokoler kesehatan.

“Tujuannya agar perekonomian tetap jalan. Jadi silakan berjualan seperti semula. Tapi jangan lupa dengan protokol kesehatannya,” ujarnnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas pasar dengan melakukan sidak-sidak. Dan jika kedapatan pedagang maupun pengunjung melanggar prokes akan langsung dikenakan sanksi tegas.

“Apabila nantinya masih ditemukan pelanggar, maka sanksinya akan berat. Sebab peringatan sudah sering kami lakukan. Bahkan, izinnya bisa dicabut. Jadi saat ini kami lebih fokus ke penekanan penerapan prokesnya” jelasnya.

Sementara itu, Hikmah salah seorang pedagang di pasar Semampir Kraksaan mengaku lega dengan keputusan tersebut. Dengan tidak akan diberlakukannya pembatasan waktu berjualan, pendapatannya akan kembali menambah.

“Alhamdulillah kalau memang batasan untuk jam pasar tidak diterapkan lagi. jadi para pengunjug bisa kapan saja datang. Ditambah lagi saat ini pengunjung dan pedagang sudah banyak yang menggunakan masker,” ujarnya. (mu/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sopirnya Diduga Ngantuk, Mobil Xenia Tabrak Pohon–Pagar Sekolah

Mobil tiba-tiba mengarah ke kiri, hingga kemudian menabrak dua pohon palm dan mangga. Selanjutnya menabrak pagar sekolah, hingga laju kendaraan seketika itu langsung berhenti.

Debat Publik Perdana Pilwali Pasuruan Usung Tema Kesejahteraan

Dua pasangan calon yang berebut dukungan rakyat Kota Pasuruan berdebat dalam 6 segmen. Total durasi seluruh acara selama 120 menit.

Dua Pohon Tumbang Timpa Motor-Macetkan Jalan di Pasuruan

Pohon tumbang usai diterjang angin kencang.

Salip Kiri, Warga Rembang Tewas Terlindas Truk Gandeng di Rejoso

Korban meregang nyawa saat hendak berangkat kerja.

Dana Kebencanaan Kota Pasuruan Sudah Terserap 70 Persen

Dana kebencanaan yang dimiliki oleh Pemkot Pasuruan tahun ini diyakini mencukupi.